Pemerintahan Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana jangka pendek untuk membongkar sistem pengamatan laut federal senilai US$386 juta.

Keputusan ini diambil setelah mendapat penolakan keras dari kalangan ilmuwan dan Kongres.

in1

>>> Kesepakatan Damai AS-Iran Dorong Penguatan Saham Asia

National Science Foundation (NSF) menyatakan akan menghentikan sementara upaya menonaktifkan sebagian besar Ocean Observatories Initiative (OOI).

Jaringan sensor di Samudra Atlantik dan Pasifik ini berfungsi melacak perubahan iklim, ekosistem laut, dan banjir pesisir.

Lembaga tersebut kini akan melakukan tinjauan mendalam mengenai masa depan sistem bersama para pemangku kepentingan.

Langkah penundaan ini diputuskan sehari setelah Senat AS mengesahkan kebijakan bipartisan untuk menghentikan pembongkaran jaringan yang dinilai sembrono oleh para anggota parlemen.

Upaya penyelamatan sistem ini dipimpin oleh Senator Jeff Merkley dari Oregon yang merupakan Demokrat, dan Lisa Murkowski dari Republik asal Alaska.

Mereka menyebut rencana pembongkaran sebagai "kebodohan yang luar biasa."

Latar Belakang Ocean Observatories Initiative

Sistem OOI mulai beroperasi penuh pada tahun 2016 dan dirancang untuk memberikan pengamatan laut berkelanjutan selama minimal 25 tahun.

Namun, bulan lalu NSF sempat mengumumkan rencana penghapusan hampir seluruh infrastruktur di dalam air yang masuk dalam jaringan tersebut.

>>> MSCI Soroti Hambatan Struktural Pasar Saham Indonesia

Pihak NSF saat itu berdalih bahwa langkah tersebut dilakukan untuk menyelaraskan pengeluaran infrastruktur penelitian dengan prioritas ilmiah baru dan teknologi mutakhir.

Dalam pengajuan anggaran tahun 2026, NSF sebenarnya telah mengusulkan pemotongan dana untuk inisiatif ini sebesar 80 persen, tetapi Kongres menolak pengurangan tersebut.

NSF menambahkan bahwa salah satu dari tujuh susunan OOI, yaitu Endurance Array di lepas pantai Oregon, telah dilepaskan.

Badan tersebut berencana menggunakan kembali peralatan itu setelah selesai diservis.

Sejumlah ilmuwan dan kelompok lingkungan mempertanyakan keputusan pemerintah yang ingin menonaktifkan infrastruktur berfungsi baik yang dibangun menggunakan ratusan juta dolar dana publik.

"Meninggalkan investasi dalam sistem canggih, sebuah prestasi teknik yang telah dibayar oleh rakyat Amerika, benar-benar picik," ujar mereka.

Sejak awal masa jabatan kedua Presiden Donald Trump, pemerintahannya telah memotong staf serta anggaran penelitian terkait perubahan iklim dan lingkungan.

>>> Pemerintah Naikkan Kuota Magang Nasional Jadi 150 Ribu Peserta per Juli 2026

Selain itu, pemerintah federal juga menghapus data iklim dari situs web resmi serta berhenti menerbitkan emisi gas rumah kaca tahunan negara.