Pemerintahan Presiden Donald Trump membatalkan rencana jangka pendek untuk membongkar sistem pengamatan laut federal senilai US$386 juta pada Kamis, 19 Juni 2026.

Keputusan ini diambil setelah menghadapi penolakan keras dari para ilmuwan dan Kongres.

in1

>>> Investor Pemula Wajib Kuasai Istilah Saham dan Proteksi Finansial

National Science Foundation (NSF) mengumumkan penghentian sementara penonaktifan Ocean Observatories Initiative (OOI). Jaringan sensor di Samudra Atlantik dan Pasifik ini melacak perubahan iklim, ekosistem laut, dan banjir pesisir.

NSF kini memilih untuk melakukan tinjauan mendalam mengenai masa depan sistem tersebut bersama para pemangku kepentingan.

Langkah ini diambil tepat satu hari setelah Senat AS mengesahkan tindakan bipartisan yang diinisiasi oleh Senator Demokrat Jeff Merkley dan Senator Republik Lisa Murkowski untuk menghentikan pembongkaran.

Kritik Terhadap Rencana Awal

Jeff Merkley menyebut rencana pembongkaran sebagai "kebodohan yang luar biasa."

Sistem OOI dirancang sejak 2016 untuk beroperasi penuh selama minimal 25 tahun, namun NSF tiba-tiba mengumumkan penghapusan infrastruktur bawah air bulan lalu dengan alasan penyelarasan prioritas ilmiah.

>>> Persebaya Surabaya Resmi Rekrut Penyerang Timnas Ramadhan Sananta

Meskipun NSF sempat mengusulkan pemotongan anggaran OOI sebesar 80% dalam pengajuan anggaran 2026, Kongres AS secara tegas menolak pengurangan dana tersebut.

Salah satu dari tujuh susunan OOI, Endurance Array di lepas pantai Oregon, telah telanjur diturunkan. NSF berencana menggunakan kembali peralatan tersebut setelah diservis.

Chris Robbins, Wakil Direktur Inisiatif Ilmiah di Ocean Conservancy, mengecam kebijakan tersebut.

"Meninggalkan investasi dalam sistem canggih, sebuah prestasi teknik yang telah dibayar oleh rakyat Amerika, benar-benar picik," ujarnya.

Kebijakan penonaktifan infrastruktur ini menuai kritik dari kelompok lingkungan.

>>> BYD Klarifikasi Penumpukan Kontainer di Tanjung Priok Berisi Komponen, Bukan Mobil

Pemerintahan Trump pada masa jabatan kedua tercatat terus memangkas staf, dana riset iklim, hingga menghapus publikasi emisi gas rumah kaca tahunan.