Pemerintah AS Perintahkan Anthropic Hentikan Akses Model AI Claude Fable 5 dan Mythos 5
Pemerintah Amerika Serikat mengeluarkan perintah kepada Anthropic untuk segera menghentikan akses terhadap dua model kecerdasan buatan paling canggih milik perusahaan tersebut, yaitu Claude Fable 5 dan Claude Mythos 5.
Kebijakan ini diambil oleh otoritas keamanan AS karena adanya kekhawatiran mendalam terkait isu keamanan nasional.
>>> Pesawat Supersonik NASA X-59 Tembus Kecepatan Suara dengan Dentuman Lembut
Manajemen Anthropic menyatakan telah mematuhi perintah resmi tersebut yang mereka terima pada Jumat pukul 17.21 waktu Amerika bagian timur.
Kendati demikian, perusahaan pengembang teknologi kecerdasan buatan ini menilai keputusan yang diambil oleh pihak pemerintah kurang tepat.
Instruksi tersebut memaksa Anthropic untuk menonaktifkan akses penggunaan Fable 5 dan Mythos 5 bagi seluruh pengguna di tingkat global.
Kebijakan ini tidak lagi hanya menyasar warga negara asing seperti yang sebelumnya diatur dalam regulasi pengendalian ekspor AS, sementara model AI Anthropic lainnya dilaporkan masih tetap bisa beroperasi normal.
Kemampuan Tinggi Mythos dan Fable 5
Mythos merupakan model kecerdasan buatan paling kuat yang pernah diciptakan oleh Anthropic.
Teknologi ini sempat diperkenalkan secara terbatas pada April karena memiliki kompetensi yang sangat tinggi dalam mendeteksi celah keamanan pada perangkat lunak.
Pihak manajemen menjelaskan bahwa Mythos sanggup mengidentifikasi kelemahan di berbagai sistem operasi serta browser utama.
Karena kemampuan mendeteksi kecacatan sistem tersebut dinilai sangat sensitif, Anthropic membatasi aksesnya dan hanya mengizinkan sekitar 50 organisasi pilihan untuk menggunakan Mythos melalui program Project Glasswing.
Beberapa korporasi besar yang tergabung dalam program pertahanan keamanan siber tersebut di antaranya adalah Amazon, Apple, Google, Microsoft, dan CrowdStrike.
Di sisi lain, Fable 5 yang baru saja diluncurkan beberapa hari sebelumnya merupakan varian dari Mythos yang sudah dibekali dengan pembatas keamanan.
Update Terbaru
Ahli Nutrisi Ungkap Bahaya Tersembunyi Gula dalam Produk Sehat
Senin / 15-06-2026, 07:38 WIB
Prabowo Panggil Menteri Bahas Lonjakan Minat Investasi Asing
Senin / 15-06-2026, 07:38 WIB
IHSG Berpotensi Menguat Berkat Perbaikan Sentimen Global Pekan Ini
Senin / 15-06-2026, 07:37 WIB
Jay-Z Hadir di Piala Dunia 2026 Dukung Yan Diomande
Senin / 15-06-2026, 07:37 WIB
Belanda vs Jepang Imbang 2-2, Netizen Indonesia Ramai Berkomentar
Senin / 15-06-2026, 07:36 WIB
BCA Tetapkan Syarat Saldo Minimal Rp 1 Miliar untuk Nasabah Prioritas
Senin / 15-06-2026, 07:36 WIB
Harga Emas Perhiasan 15 Juni 2026: Variatif di Raja Emas, Stabil di Laku Emas dan Hartadinata
Senin / 15-06-2026, 07:36 WIB
Gareth Southgate Yakin Timnas Inggris Juara Piala Dunia 2026
Senin / 15-06-2026, 07:36 WIB
Dispenser Air Menyala 24 Jam Picu Lonjakan Tagihan Listrik
Senin / 15-06-2026, 07:36 WIB
Belanda Gagal Taklukkan Jepang di Laga Pembuka Piala Dunia 2026
Senin / 15-06-2026, 07:33 WIB
Aktor Muzakki Ramdhan Alami Kekerasan di Toilet Mal Jakarta, Bibir Robek
Senin / 15-06-2026, 07:33 WIB
Warren Buffett Ingatkan Investor Hindari Pasir Hisap Industri Bermasalah
Senin / 15-06-2026, 07:32 WIB
Polda Metro Jaya Tutup Sementara 10 Ruas Jalan di Jakarta
Senin / 15-06-2026, 07:32 WIB
Kemenhaj Fasilitasi Pemulangan Puluhan Ribu Jemaah Haji Indonesia
Senin / 15-06-2026, 07:32 WIB






