Fitur pembatas tersebut sengaja dirancang guna mencegah sistem AI memberikan jawaban pada sektor yang berisiko tinggi seperti biologi dan keamanan siber.

Berdasarkan hasil pengujian dari lembaga pemantau kinerja teknologi Vals AI, Fable 5 dikategorikan sebagai salah satu model AI paling canggih yang bisa diakses oleh masyarakat luas.

Kekhawatiran Pemerintah dan Respons Anthropic

Melalui blog resminya, Anthropic mengungkapkan bahwa kekhawatiran pemerintah AS dipicu oleh dugaan adanya celah pembobolan keamanan pada Fable 5.

>>> Dwayne Johnson Takut Kena Kanker usai Temui Benjolan di Testis

Dalam industri kecerdasan buatan, aktivitas pembobolan ini dikenal dengan istilah jailbreak, yaitu metode untuk membuat model AI melangkahi aturan atau batas keamanan pengembang.

Namun, pihak Anthropic menyayangkan sikap pemerintah yang sejauh ini dinilai baru menyampaikan bukti secara lisan mengenai potensi jailbreak yang sifatnya terbatas serta tidak berlaku pada semua situasi.

Anthropic berpendapat bahwa keahlian membaca kode program dan mendeteksi kelemahan perangkat lunak sebenarnya juga dimiliki oleh model AI kompetitor lain yang bebas diakses publik, termasuk GPT-5.5 buatan OpenAI.

Kemampuan teknis semacam itu juga sudah lama diadopsi oleh para praktisi keamanan siber untuk memproteksi jaringan digital.

Anthropic mengklarifikasi bahwa sistem pertahanan utama mereka dioperasikan melalui mekanisme pengawas terpisah yang menyaring keluaran AI, sehingga perlindungan tetap berjalan walau ada upaya melewati penolakan awal.

Meski mendapatkan pembelaan dari pihak pengembang, pemerintah AS tetap bersikukuh menjalankan keputusan tersebut.

Pihak manajemen Anthropic secara terbuka menyatakan ketidaksetujuan mereka terhadap langkah drastis yang diambil oleh otoritas pemerintah.

"Kami tidak setuju bahwa temuan potensi jailbreak yang terbatas harus menjadi alasan untuk menarik model komersial yang telah digunakan ratusan juta orang," tulis Anthropic.