Huawei resmi meluncurkan HarmonyOS 7 dalam ajang Huawei Developer Conference (HDC) 2026.

Sistem operasi terbaru ini menghadirkan perubahan besar pada antarmuka, integrasi kecerdasan buatan (AI), dan fitur keamanan yang lebih canggih.

>>> Timnas Jepang Targetkan Juara di Piala Dunia 2026

Salah satu sorotan utama HarmonyOS 7 adalah desain visual baru yang mengingatkan pada konsep Liquid Glass.

Huawei mengadopsi bahasa desain spasial (spatial design language) yang membuat tampilan sistem lebih hidup dengan efek kedalaman tiga dimensi.

Melalui teknik rendering berbasis software, HarmonyOS 7 mampu menghadirkan animasi dan efek visual yang lebih realistis.

Layar kunci dapat berinteraksi lebih natural dengan wallpaper, sementara tombol, slider, dan elemen antarmuka lainnya dibekali efek pencahayaan dinamis yang menciptakan kesan transparan dan berlapis.

Huawei mengatakan pendekatan desain baru ini dirancang agar pengalaman penggunaan terasa lebih intuitif di berbagai perangkat.

Sistem ini akan berjalan mulai dari smartphone, tablet, PC, wearable, hingga perangkat pintar dalam ekosistem HarmonyOS.

AI sebagai Fondasi Utama Sistem Operasi

HarmonyOS 7 menempatkan AI sebagai fondasi utama sistem operasi.

Huawei menyebut ini sebagai sistem operasi pertama mereka yang dibangun dengan arsitektur AI secara menyeluruh, bukan sekadar menambahkan fitur AI di atas platform yang sudah ada.

Asisten virtual Celia kini berevolusi menjadi pusat kecerdasan sistem (system-level intelligence hub).

Celia diklaim mampu memahami maksud pengguna dengan lebih baik, menjalankan beberapa perintah sekaligus, serta berinteraksi lebih dalam dengan aplikasi dan layanan.

>>> Universitas Indonesia Evaluasi Unggahan Suara Mahasiswa UI Terkait Pride Month

Huawei juga memperkenalkan HarmonyOS Intelligent Agent Framework 2.0 yang diklaim mampu meningkatkan tingkat keberhasilan penyelesaian tugas kompleks hingga di atas 90 persen.