Hubungan antara orang tua dan anak yang sudah dewasa tidak selalu mulus. Perbedaan usia dan nilai kerap memicu kesalahpahaman dalam komunikasi.

Sebuah studi dari Psychology and Aging menunjukkan bahwa dinamika komunikasi dipengaruhi oleh perbedaan generasi. Orang tua perlu lebih peka agar jarak emosional tidak melebar.

>>> 5 Pantangan Malam 1 Suro yang Masih Diyakini Masyarakat Jawa, dari Pindah Rumah hingga Menikah

Ada beberapa kalimat yang tanpa sadar sering diucapkan orang tua, namun tidak disukai anak hingga mereka dewasa. Berikut adalah ucapan yang sebaiknya dihindari.

Kalimat yang Meremehkan dan Mengkritik

"Karena Bunda bilang begitu" atau "Nanti kamu akan mengerti kalau sudah lebih besar" adalah contoh pertama. Ucapan ini membuat anak merasa kemampuan berpikirnya diremehkan.

Anak dewasa butuh ruang untuk diperlakukan sebagai pribadi mandiri. Dampaknya, mereka bisa memendam perasaan atau menjaga jarak.

Pujian yang diikuti kritik juga kurang disukai, misalnya "Kamu sudah melakukannya dengan baik, tapi..." Pola ini terasa seperti penilaian negatif terhadap keputusan hidup anak.

Kritik terselubung dalam pujian dapat menurunkan rasa percaya diri. Anak dewasa membutuhkan apresiasi tulus atas usaha mereka.

Tekanan Emosional dan Manipulasi Rasa Bersalah

"Setelah semua yang sudah Bunda lakukan untukmu?" adalah kalimat yang perlu dihindari.

Anak menangkapnya sebagai tekanan emosional, meski orang tua merasa pengorbanannya tidak dihargai.

Terapis keluarga Sarah Epstein mengatakan, membangkitkan rasa bersalah memang bisa memberi hasil jangka pendek. Namun jangka panjangnya, anak merasa dimanipulasi dan membangun pembatas.

"Kami tahu apa yang terbaik untukmu" juga membuat anak merasa pendapatnya tidak penting. Jika terus berulang, anak sulit berkembang dan kurang percaya diri.