>>> Tokio Marine Life Ungkap Faktor yang Pengaruhi Kinerja Unitlink

Ungkapan "Suatu hari nanti kamu akan berterima kasih kepada kami" sering mengabaikan kekhawatiran anak saat ini. Anak lebih butuh didengarkan dan didukung secara emosional.

Psikolog Hal Shorey menambahkan, tidak semua anak yang merasa tidak dihargai selalu benar. Namun, tidak semua orang tua sengaja meremehkan perasaan anak.

"Nanti orang lain akan berpikir apa tentang kamu?" membuat anak merasa harus memenuhi ekspektasi orang lain.

Sementara "Di mata Bunda, kamu akan selalu jadi anak kecil" membuat anak merasa belum dipercaya.

Tuntutan Bersyukur dan Labeling Masa Lalu

Saat anak bercerita tentang kesulitan masa kecil, hindari "Kamu harus lebih bersyukur". Ucapan ini menganggap masalah anak tidak penting.

Membicarakan pengalaman masa lalu adalah tanda anak berusaha memahami diri. Hubungan sehat butuh ruang untuk bicara jujur.

"Kamu memang dari dulu seperti itu" juga sebaiknya dihindari. Respons ini membuat anak merasa tidak diberi kesempatan berubah.

Terakhir, "Kamu sudah tidak sayang sama Bunda" sering terucap saat orang tua merasa kurang diperhatikan. Kalimat ini membebani anak dengan rasa bersalah.

>>> Claude Makelele: Mourinho Bisa Bantu Mbappe Berkembang di Real Madrid

Sebagian besar kalimat yang tidak disukai anak berakar dari rasa khawatir atau ketakutan orang tua. Komunikasi jujur dan penuh pengertian adalah kunci menjaga kedekatan keluarga.