Warren Buffett Ingatkan Investor Hindari Pasir Hisap Industri Bermasalah
Investor legendaris Warren Buffett kembali mengingatkan para pelaku pasar modal untuk berhati-hati dalam mengalokasikan dana.
Dalam suratnya kepada pemegang saham Berkshire Hathaway pada 1983, ia menggunakan analogi pasir hisap untuk menggambarkan industri bermasalah.
>>> Polda Metro Jaya Tutup Sementara 10 Ruas Jalan di Jakarta
Buffett menyatakan bahwa investasi tambahan yang besar di industri bermasalah sering kali sama seperti berjuang di pasir hisap.
Pernyataan ini menjadi peringatan agar investor lebih waspada terhadap sektor dengan fundamental ekonomi buruk.
Sektor-sektor tersebut kerap menawarkan proyeksi pertumbuhan menggiurkan, meskipun struktur industrinya tidak mendukung.
Ketika suatu industri mengalami kelebihan kapasitas, daya tawar lemah, serta hambatan regulasi atau teknologi, modal baru yang masuk cenderung tenggelam tanpa memberikan keuntungan.
Fokus Membangun Keunggulan Kompetitif
Nasihat investasi ini sejalan dengan prinsip dalam "Owner's Manual" Berkshire Hathaway. Panduan tersebut menekankan urgensi mencari benteng ekonomi atau keunggulan kompetitif berkelanjutan bagi perusahaan.
Target utamanya adalah mendongkrak nilai intrinsik per saham, bukan sekadar memperbesar skala bisnis. Keberadaan benteng protektif memungkinkan bisnis meraup laba di atas rata-rata tanpa harus terus-menerus menyuntikkan modal.
Investor sebaiknya mengarahkan dana ke bisnis yang memiliki kekuatan menentukan harga, efisiensi biaya, atau proteksi regulasi.
Sebaliknya, hindari sektor dengan pasokan rutin melebihi permintaan atau komoditisasi yang menekan margin.
>>> Kemenhaj Fasilitasi Pemulangan Puluhan Ribu Jemaah Haji Indonesia
Rekam Jejak Alokasi Modal Berkshire Hathaway
Prinsip Buffett didukung rekam jejak panjang sejak pertengahan 1960-an. Ia berhasil mentransformasi Berkshire dari pabrik tekstil hampir bangkrut menjadi perusahaan raksasa dunia.
Keberhasilan itu bertumpu pada disiplin tinggi dalam mengalokasikan modal ke sektor potensial seperti asuransi, infrastruktur energi, transportasi, dan merek konsumen.
Update Terbaru
Kota Taif Kembangkan Budidaya Mawar untuk Parfum Mewah Dunia
Senin / 15-06-2026, 08:54 WIB
Satpol PP Bandung Bongkar Paksa Garasi Ilegal di Trotoar Jalan Ambon
Senin / 15-06-2026, 08:53 WIB
Jadwal Piala Dunia 15 Juni 2026: Swedia vs Tunisia dan Spanyol vs Tanjung Verde
Senin / 15-06-2026, 08:53 WIB
Erling Haaland Dkk Bawa 200 Kg Ikan ke Piala Dunia, Kenapa?
Senin / 15-06-2026, 08:52 WIB
Lee Jun-young Akan Jalani Wamil pada Juli 2026
Senin / 15-06-2026, 08:52 WIB
Lokasi Samsat Keliling Jadetabek 15 Juni 2026 untuk Bayar Pajak Tahunan
Senin / 15-06-2026, 08:52 WIB
Klasemen Grup E Piala Dunia 2026: Jerman Puncaki Usai Pesta Gol 7-1
Senin / 15-06-2026, 08:52 WIB
Rating Drakor Dynamite Kiss Episode 13 Turun Tipis Jelang Tamat
Senin / 15-06-2026, 08:48 WIB
Japfa Comfeed Indonesia Tawarkan Obligasi Rp500 Miliar untuk Bayar Utang
Senin / 15-06-2026, 08:48 WIB
Demon Slayer dan Heart Bread ANTIQUE Luncurkan Kolaborasi Pertama dengan Roti Karakter
Senin / 15-06-2026, 08:44 WIB
Pemilik Anjing di China Rela Bayar Jutaan Rupiah demi Sekolah Hewan
Senin / 15-06-2026, 08:43 WIB
Film Agak Laen 2 Raih 9 Juta Penonton dalam 27 Hari
Senin / 15-06-2026, 08:43 WIB
BTN Jakarta International Marathon 2026 Diikuti 45 Ribu Peserta
Senin / 15-06-2026, 08:40 WIB
Pasangan Ideal: Banyak Kesamaan atau Saling Melengkapi?
Senin / 15-06-2026, 08:40 WIB






