Warren Buffett, salah satu investor paling sukses di dunia, dikenal dengan filosofi investasi jangka panjang yang berfokus pada penciptaan kekayaan melalui pendapatan pasif.

Menurutnya, kunci membangun kekayaan adalah memiliki aset yang terus menghasilkan uang, bahkan saat pemiliknya tidak bekerja.

>>> Harga Emas Antam 26 Agustus 2025 Naik Rp 3.000 Jadi Rp 1.932.000 Per Gram

Dikutip dari Personalfinance, berikut lima aliran pendapatan pasif terbaik yang dijalankan Buffett hingga menjadikannya salah satu orang terkaya di dunia.

Lima Aliran Pendapatan Pasif ala Warren Buffett

Pertama, saham dividen dari perusahaan besar dan mapan atau blue-chip. Buffett sangat menyukai perusahaan seperti Coca-Cola dan American Express yang konsisten membagikan dividen.

Perusahaan-perusahaan ini tidak hanya menunjukkan kinerja keuangan stabil, tetapi juga memberikan pendapatan reguler bagi investor.

Buffett mencari korporasi yang sukses menaikkan dividen minimal 25 tahun berturut-turut dan memiliki keunggulan kompetitif yang kuat.

Kedua, obligasi pemerintah dan sekuritas Treasury AS. Bagi Buffett, instrumen ini bebas risiko dan menawarkan pengembalian stabil serta mudah diprediksi.

Perusahaannya, Berkshire Hathaway, memegang obligasi ini dalam jumlah besar sebagai bantalan penstabil saat pasar bergejolak dan memastikan likuiditas untuk mengeksekusi peluang saat pasar melemah.

Ketiga, saham perusahaan yang tumbuh. Buffett memperoleh pendapatan pasif dari korporasi yang fokus pada pertumbuhan nilai modal, meskipun tidak membagikan dividen tinggi.

>>> Pemprov DKI Jakarta Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan Hingga Agustus 2026

Apple menjadi contoh utama.

Meskipun dividennya relatif kecil, dominasi pasar dan kemampuan menghasilkan arus kas raksasa menjadikannya investasi sangat menguntungkan dalam jangka panjang.

Keempat, kepemilikan bisnis swasta. Melalui Berkshire Hathaway, Buffett menguasai banyak bisnis swasta yang beroperasi mandiri, seperti GEICO Insurance dan BNSF Railway.

Perusahaan-perusahaan ini memproduksi arus kas signifikan dan dapat diprediksi, yang kemudian dialokasikan kembali untuk mendanai investasi baru.

Strategi ini membantu Buffett menghindari volatilitas harian pasar saham dan tetap fokus pada target pertumbuhan jangka panjang.

Kelima, investasi alternatif hasil tinggi risiko rendah. Taktik ini dijalankan dengan memilih investasi alternatif yang membagikan imbal hasil tinggi namun memiliki profil risiko rendah.

Langkah ini termasuk mengambil posisi saham preferen di perusahaan solid dan memanfaatkan situasi khusus saat pasar sedang tertekan.

>>> PBPI Jawa Timur Resmi Lantik Pengurus Padel Kota Madiun

Investasinya di Chevron saat masa ketidakpastian menjadi bukti nyata cara Buffett memanfaatkan peluang unik demi meraup keuntungan melimpah.