Hubungan bilateral Amerika Serikat dan Iran memasuki babak baru setelah kedua negara dilaporkan mencapai kesepakatan resmi untuk mengakhiri konflik persenjataan mereka.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengumumkan bahwa upacara penandatanganan pakta perdamaian dijadwalkan berlangsung pada hari Jumat di Swiss.

>>> Peluang IKM Masuk Rantai Pasok Kendaraan Listrik Terbuka, Tantangan Standar dan Harga

Pengumuman dari Pakistan langsung mendapatkan konfirmasi dari pemimpin Amerika Serikat. Hubungan diplomatik yang sempat memanas kini menunjukkan sinyal penurunan ketegangan yang signifikan.

"Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai," tulis Trump di platform Truth Social miliknya tak lama setelah Sharif mengumumkan hal tersebut.

Meskipun kesepakatan berhasil dicapai, situasi di Timur Tengah sempat menegang akibat dinamika militer regional.

Ketegangan dipicu oleh serangan udara Israel ke wilayah Lebanon pada hari Minggu yang memancing reaksi keras dari pihak Iran maupun Amerika Serikat.

Detail mengenai isi kesepakatan belum dirilis secara menyeluruh ke publik. Namun, Perdana Menteri Pakistan memberikan sedikit gambaran mengenai poin krusial terkait gencatan senjata menyeluruh.

"Penghentian segera dan permanen operasi militer di semua lini, termasuk di Lebanon," kata Sharif.

Berdasarkan informasi dari draf dokumen yang beredar, implementasi perdamaian ini mencakup pemulihan jalur perdagangan maritim global.

Amerika Serikat berkomitmen menghentikan blokade pelabuhan, sementara pembicaraan mengenai program nuklir Iran akan diberikan waktu tambahan selama 60 hari.

Presiden Amerika Serikat menegaskan kembali dampak positif dari pembukaan jalur laut tersebut bagi perekonomian dunia. Pengakhiran blokade angkatan laut menjadi poin penting yang disoroti.

"Kesepakatan perdamaian ini akan memastikan Selat Hormuz terbuka bebas tol dan blokade angkatan laut AS juga akan berakhir," tulis Trump.