Harga minyak dunia merosot tajam pada Senin (15/6) setelah Amerika Serikat dan Iran menyepakati pakta perdamaian untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.

Kesepakatan ini membuka peluang dibukanya kembali jalur pelayaran vital di Selat Hormuz.

>>> Bill Gates Ungkap Jeffrey Epstein Manfaatkan Isu Perselingkuhannya untuk Pemerasan

Minyak jenis Brent anjlok lebih dari 3 persen menuju level US$84 per barel, sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) mendekati level US$81 per barel.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan kebijakan tersebut melalui unggahan di media sosial.

Trump menyatakan telah memberikan otoritas untuk membuka kembali Selat Hormuz secara gratis sekaligus mengakhiri blokade terhadap Iran.

"Kapal-kapal di seluruh dunia, nyalakan mesin kalian," ujar Donald Trump.

Melalui pernyataan lanjutan, Trump juga menegaskan dukungannya agar pasokan komoditas global dapat kembali berjalan normal.

"Biarkan minyak kembali mengalir!" kata Trump.

Pihak Teheran memberikan konfirmasi mengenai tercapainya kesepakatan tersebut melalui pejabat kementerian luar negeri mereka.

Pemerintah Iran menyatakan bahwa draf teks resmi akan segera dipublikasikan setelah seluruh prosesi seremonial di Swiss rampung.

"Kesepakatan memang telah tercapai," ujar Kazem Gharibabadi, Wakil Menteri Luar Negeri Iran.

>>> Hakim AS Tolak Gugatan Warga soal Arena UFC di Gedung Putih

Rencana penandatanganan pakta perdamaian ini juga mendapat perhatian dari jajaran tinggi pemerintah Amerika Serikat yang berencana hadir langsung dalam upacara formal di Swiss.

"Tentu saja," kata JD Vance, Wakil Presiden Amerika Serikat.

Pasar energi global sebelumnya berada dalam bayang-bayang perang sejak konflik pecah pada akhir Februari setelah Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran untuk membatasi program nuklirnya.

Penutupan Selat Hormuz oleh Teheran sempat mengganggu seperlima aliran minyak dunia.