Koreksi harga minyak dalam beberapa pekan terakhir dipicu oleh munculnya sinyal kedekatan Washington dan Iran menuju kesepakatan damai.

Selain itu, negara-negara maju mulai menggunakan cadangan minyak darurat mereka bersamaan dengan langkah China yang mengurangi volume impor.

Meskipun kesepakatan ini berdampak positif bagi industri pelayaran global dan konsumen, pemulihan lalu lintas Selat Hormuz masih menghadapi hambatan berupa pembersihan ranjau anti-kapal.

Kontrak berjangka gas alam Eropa juga ikut terdampak dengan mengalami penurunan tajam hingga 5,8 persen.

Pada pukul 06.37 pagi waktu Singapura, minyak Brent untuk pengiriman Agustus turun 3,4 persen menjadi US$84,32 per barel.

>>> Jalan Kaki Efektif Turunkan Tekanan Darah, Ini Waktu Terbaiknya

Sementara itu, minyak WTI untuk pengiriman Juli merosot 4,0 persen ke level US$81,46 per barel.