Harga emas dunia di pasar spot melonjak 1,5 persen menjadi US$ 4.284,4 per troy ons pada perdagangan Senin (15/6/2026) pukul 06.38 WIB.

Kenaikan ini dipicu oleh rencana kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran yang akan dibahas di sela-sela konferensi G7 di Evian, Prancis, pekan ini.

>>> Gedung Putih Gelar Pertandingan UFC di South Lawn, Rayakan Ultah Trump ke-80

Kesepakatan interim tersebut mencakup pembukaan kembali jalur pelayaran Selat Hormuz, perpanjangan gencatan senjata selama dua bulan, serta dimulainya negosiasi program nuklir Iran.

Selain itu, AS berencana mencabut blokade terhadap pelabuhan Iran sebagai bagian dari perjanjian.

Sentimen positif ini mendorong emas berpotensi mencatatkan penguatan selama tiga hari berturut-turut, setelah sebelumnya naik 3,69 persen.

Dampak pada Harga Minyak dan Inflasi

Rencana perdamaian tersebut juga merontokkan harga minyak mentah Brent sebesar 4,15 persen ke US$ 83,7 per barel pada pukul 06.55 WIB.

>>> Timnas Portugal Kenakan Gelang Peringatan Diogo Jota di Piala Dunia 2026

Penurunan harga minyak dinilai mampu mengendalikan ancaman inflasi tinggi, sehingga bank sentral di berbagai negara memiliki ruang untuk tidak menaikkan suku bunga acuan.

Secara teknikal, indikator Relative Strength Index (RSI) 14 hari emas berada di angka 41 yang menunjukkan posisi bearish.

Namun, Stochastic RSI telah menyentuh batas jenuh beli di angka 80, mengindikasikan potensi penguatan jangka pendek.

Pergerakan harga emas diproyeksikan menguji resisten terdekat di US$ 4.297 per troy ons hingga target optimistis US$ 4.384 per troy ons.

>>> Ekuador vs Pantai Gading: Babak Pertama Berakhir Imbang Tanpa Gol

Sebaliknya, jika melemah, support terdekat berada di US$ 4.271 per troy ons dengan risiko penurunan hingga level pesimistis US$ 4.101 per troy ons.