Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyelenggarakan rangkaian pertandingan seni bela diri campuran profesional UFC di halaman South Lawn Gedung Putih, Washington, DC, pada Minggu, 14 Juni 2026 malam waktu setempat.

Pergelaran bertajuk UFC Freedom 250 ini bertepatan dengan hari ulang tahun sang presiden yang ke-80 sekaligus menjadi bagian dari perayaan hari jadi Amerika Serikat yang ke-250.

>>> Timnas Portugal Kenakan Gelang Peringatan Diogo Jota di Piala Dunia 2026

Berdasarkan laporan CNN, sebuah struktur megah bernama "Claw" didirikan di South Lawn untuk membingkai area pertarungan "Octagon".

Acara berskala besar ini memicu penutupan jalan dan pengamanan ketat di sekitar National Mall guna menampung puluhan ribu pengunjung yang hadir.

Pihak UFC dilaporkan menanggung biaya produksi sebesar 60 juta dolar AS, meski sebagian anggaran juga dibebankan kepada pembayar pajak.

Penyelenggaraan acara mahal ini memicu kritik dari penentang Trump dan skeptisisme dari sejumlah politisi Republikan, terutama di tengah situasi perang dengan Iran yang menaikkan biaya hidup konsumen.

Di sisi lain, jajaran menteri kabinet, pejabat tinggi, serta sejumlah selebritas dan atlet tersohor terlihat menghadiri lokasi acara.

Pihak promotor juga memanfaatkan momentum ini untuk mengubah fungsi ruangan bersejarah di dalam area pemerintahan demi kebutuhan logistik para atlet bela diri campuran yang akan bertanding.

"Not our average locker room setup," tulis UFC melalui akun X resminya.

Unggahan tersebut memperlihatkan ruang ganti untuk petarung seperti Alex Pereira, Diego Lopes, dan Derrick Lewis bertempat di dalam Indian Treaty Room di Gedung Kantor Eksekutif Eisenhower, ruangan dua lantai yang biasanya digunakan untuk fungsi resmi pemerintahan.

Selain menyajikan laga, keluarga besar Trump turut mempromosikan penjualan koin medali perak dan emas bertema "Freedom 250" berwajah Trump dengan harga mencapai 12.000 dolar AS melalui kolaborasi lisensi merek antara UFC dan Trump Organization.