Kapal Tanker LNG Disha Mulai Bergerak Menuju Selat Hormuz
Kapal tanker gas alam cair (LNG) bernama Disha dilaporkan mulai bergerak menuju Selat Hormuz. Kapal ini sebelumnya tertahan di Teluk Persia selama lebih dari tiga bulan.
Pergerakan ini terjadi setelah Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan terkait pembukaan jalur pelayaran tersebut. Kapal Disha beroperasi dalam kontrak jangka panjang dengan importir milik pemerintah India.
>>> Harga Pertamax Naik Nyaris Rp 4.000, Pengguna Motor Ramai-Ramai Beralih ke Pertalite
Berdasarkan data pelacakan kapal yang dihimpun Bloomberg, posisi kapal saat ini berada di utara Uni Emirat Arab dan sedang mendekati wilayah Oman.
Kapal tanker ini mengangkut muatan LNG dari fasilitas Ras Laffan di Qatar sejak sekitar 1 Maret.
Namun, kapal tersebut tidak dapat keluar dari kawasan Teluk Persia akibat penutupan jalur pelayaran yang terjadi sejak saat itu.
Meskipun ada pergerakan dari kapal Disha, aktivitas kapal-kapal lain di sekitar Selat Hormuz dilaporkan masih terbatas pada awal perdagangan 15 Juni.
Para pemilik kapal dan pedagang masih bersikap hati-hati karena detail mengenai kesepakatan antara AS dan Iran belum banyak diungkap ke publik.
Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi perdagangan minyak dan gas dunia.
Jalur pelayaran ini efektif ditutup sejak akhir Februari lalu akibat dimulainya serangan yang dilakukan oleh AS dan Israel.
>>> UBS Pangkas Proyeksi Harga Emas Dunia hingga US$ 900 per Troy Ounce
Meskipun kesepakatan terbaru ini secara teori dapat mengakhiri blokade dan membuka kembali Selat Hormuz, implementasinya di lapangan diperkirakan tidak akan mudah.
Iran dinilai masih memegang pengaruh yang sangat besar karena menguasai akses langsung ke selat tersebut.
Dampak Terhadap Pasar Energi Global
Kabar mengenai potensi dibukanya kembali Selat Hormuz langsung memberikan dampak signifikan pada pasar energi global.
Harga gas alam di Eropa sempat mengalami penurunan hingga 5,8% pada awal perdagangan di pasar Asia hari Senin.
Normalisasi lalu lintas kapal LNG melalui Selat Hormuz diharapkan dapat meredakan gangguan pasokan dunia.
Gangguan ini sebelumnya telah mendorong harga gas di Eropa dan Asia tetap tinggi sejak bulan Maret.
>>> Hasil Piala Dunia 2026: Belanda vs Jepang Imbang 2-2
Selain harga gas alam, harga minyak dunia juga terpantau melemah pada awal perdagangan. Nilai minyak mentah Brent dilaporkan mengalami penurunan lebih dari 3%.
Update Terbaru
Harga Biji-Bijian Chicago Turun Imbas Kesepakatan Buka Selat Hormuz
Senin / 15-06-2026, 09:53 WIB
Disney+ Hotstar Tayangkan Drakor Made in Korea, Hyun Bin Jadi Pemeran Utama
Senin / 15-06-2026, 09:53 WIB
Baseus Luncurkan PicoGo Air AM71, Powerbank Magnetik Tertipis dengan NFC
Senin / 15-06-2026, 09:52 WIB
Kejagung Tetapkan Komisaris PT YAT Tersangka Korupsi Motor Listrik BGN
Senin / 15-06-2026, 09:52 WIB
Aksi Suporter Jepang Bersihkan Stadion Usai Laga Piala Dunia 2026 Tuai Pujian
Senin / 15-06-2026, 09:52 WIB
Modifikasi Honda Stylo 160 Arjuno Pukau Pengunjung Jakarta Fair 2026
Senin / 15-06-2026, 09:52 WIB
IHSG 15 Juni 2026 Melesat 2,85 Persen, Saham Komoditas Pendorong Utama
Senin / 15-06-2026, 09:49 WIB
Indeks Bisnis-27 Dibuka Menguat ke Level 423,55 pada 15 Juni 2026
Senin / 15-06-2026, 09:48 WIB
10 Film Netflix Teratas Hari Ini 27 Desember 2025, Jumbo Puncaki Peringkat
Senin / 15-06-2026, 09:48 WIB
Sean Gelael dan Team WRT 32 Finis Ketujuh di 24H of Le Mans 2026
Senin / 15-06-2026, 09:48 WIB
Rupiah Menguat ke Rp17.774 per Dolar AS Awal Pekan Ini
Senin / 15-06-2026, 09:48 WIB
Sambut Hari Down Syndrome Sedunia 2026 dengan Pesan Inklusif
Senin / 15-06-2026, 09:43 WIB
Hubungan Golongan Darah dan Usia Harapan Hidup Terungkap
Senin / 15-06-2026, 09:43 WIB
Bovensiepen 05 GT: Tampil Kalem, Tenaga 790 hp Siap Mengguncang
Senin / 15-06-2026, 09:41 WIB






