Golongan darah tidak hanya menentukan karakter, tetapi juga bisa menjadi indikator usia harapan hidup.

Sejumlah penelitian kesehatan berhasil mengungkap hubungan mengejutkan antara golongan darah dengan rata-rata rentang hidup manusia.

>>> 7 Pilihan Mobil Listrik Rp 300 Jutaan untuk Liburan Sekolah

Analisis data dari buku 'The Answer is in Your Bloodtype' karya dokter asal Amerika Serikat, Steven M Weissberg dan Joseph Christiano, menunjukkan adanya kesenjangan rentang hidup hingga 25 tahun antar golongan darah.

Golongan darah O menempati peringkat teratas dengan rata-rata usia mencapai 87 tahun. Disusul golongan darah B dengan 77 tahun, dan AB dengan 70 tahun.

Sementara itu, golongan darah A berada di posisi terakhir dengan rata-rata usia hanya 62 tahun.

Secara ilmiah, kondisi ini dikaitkan dengan tingkat kekentalan darah yang lebih tinggi pada golongan A serta sifat yang rentan terhadap kecemasan.

Proteksi Alami Golongan Darah O Terhadap Virus

Keunggulan golongan darah O juga terlihat dalam studi New England Journal of Medicine (NEJM) pada Juni 2020.

Riset terhadap populasi di Italia dan Spanyol menemukan bahwa individu dengan golongan darah A memiliki risiko infeksi COVID-19 lebih tinggi, sedangkan tipe O menunjukkan efek perlindungan yang lebih kuat.

Penelitian di Denmark yang dipublikasikan dalam jurnal Blood Advances terhadap 473.000 orang mencatat tingkat infeksi pada pemilik golongan darah O hanya 38,4 persen.

>>> IHSG Melonjak 3,48% ke 6.216,05 pada Awal Pekan

Angka itu jauh lebih rendah dibandingkan golongan darah A yang mencapai 44,4 persen.

Data dari Kanada menunjukkan pasien golongan darah A dan AB lebih rentan membutuhkan ventilator hingga 84 persen, sementara pasien golongan darah O hanya 61 persen.

Rata-rata masa rawat inap pasien golongan darah O juga lebih singkat, yakni 9 hari, dibandingkan tipe A yang mencapai 13,5 hari.

Pandangan Peneliti soal Keunggulan Golongan Darah O

Dikutip dari The Standard HK, sel darah tipe O tidak memiliki antigen di permukaannya, tetapi kaya akan antibodi 'Anti-A' dan 'Anti-B' dalam serumnya.

Hal ini memungkinkan tubuh menetralisir virus lebih awal saat menyerang.

Selain itu, pemilik golongan darah O memiliki risiko penggumpalan darah yang rendah dan mekanisme pembekuan darah yang lebih seimbang.

>>> Rupiah Menguat ke Rp 17.700 per Dolar AS pada 15 Juni 2026

Sebaliknya, golongan darah A berisiko lebih pendek umur karena kekentalan darah tinggi yang memicu penyakit kardiovaskular.