Harga tembaga mencatat kenaikan signifikan setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran mencapai kesepakatan perdamaian sementara.

Kesepakatan ini meredakan kekhawatiran pasar terhadap pertumbuhan ekonomi global dan memicu optimisme baru terhadap permintaan logam industri.

>>> Harga Emas Antam 15 Juni 2026 Naik Rp 18.000 Per Gram

Dilansir dari Bloombergtechnoz, harga tembaga sempat melonjak hingga 1,4% setelah kedua pihak mengumumkan penghentian permusuhan.

Kesepakatan tersebut juga mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dan dimulainya negosiasi terkait program nuklir Iran.

Bagi pasar logam, berakhirnya konflik ini menghilangkan risiko penurunan utama di saat para analis bersikap relatif optimis.

Tembaga tercatat telah menguat sekitar 4% sejak AS dan Israel meluncurkan serangan besar ke Iran pada akhir Februari 2026.

Sementara itu, aluminium melonjak 13% akibat terputusnya jalur pasokan dan kerusakan pabrik peleburan di Teluk Persia.

Kenaikan harga tembaga juga didorong oleh proyeksi tingginya permintaan untuk kecerdasan buatan (AI) dan energi bersih.

>>> Pemerintah Tetapkan Dua Hari Libur Resmi Perayaan Imlek 2026

Prospek kebijakan tarif impor di AS turut memengaruhi pergerakan harga komoditas ini.

Jefferies Financial Group Inc. telah menaikkan perkiraan harga tembaga pada pekan lalu.

Mereka memberikan peringatan bahwa harga masih akan menghadapi volatilitas jangka pendek sebelum keputusan resmi mengenai pungutan tembaga diumumkan.

Di London Metal Exchange (LME), harga tembaga menguat 1,2% menjadi US$13.864 per ton pada pukul 10:07 waktu Shanghai.

Pergerakan positif ini diikuti oleh aluminium yang naik 0,3% dan seng yang menguat 0,7%.

Di sisi lain, timah menunjukkan pemulihan kuat dengan melonjak lebih dari 3%.

>>> 14 Negara Muslim Lolos ke Piala Dunia 2026, Cetak Sejarah Baru

Sebelumnya, harga timah sempat mendekati rekor tertinggi pada awal bulan ini sebelum akhirnya mengalami penurunan.