Kemegahan kain Kiswah yang menyelimuti Baitullah setiap tahun tidak lepas dari peran para pengrajin terampil, termasuk kaligrafer legendaris Abdul Rahim Amin Bukhari.

Lahir di Makkah pada tahun 1335 Hijriah, ia tumbuh dalam lingkungan yang kental dengan seni Islam.

>>> Headphone Zone Luncurkan Snowsky DISC, Pemutar Audio Digital Bergaya Retro

Bakat menulis huruf Arab yang terlihat sejak muda mengantarkannya menjadi maestro kaligrafi berpengaruh.

Dedikasi panjang selama puluhan tahun membuat namanya sangat dihormati. Keahliannya berperan besar dalam memperindah hiasan ornamen Islami dan rangkaian ayat suci pada kain penutup Ka'bah.

Sentuhan Abdul Rahim tidak terbatas pada kain luar.

Ia juga terlibat merancang dan menulis kaligrafi untuk kiswah pintu Ka'bah (sitarah) serta detail tulisan pada daun pintunya.

>>> Folarin Balogun hingga Kai Havertz Pimpin Top Skor Piala Dunia 2026

Selama lebih dari tiga dekade mengabdi, Bukhari tercatat ikut serta dalam pembuatan 21 Kiswah Ka'bah. Ia juga dipercaya mengawasi pengerjaan kaligrafi dan dekorasi pada tiga pintu Ka'bah.

Penghargaan Tertinggi dari Kerajaan

Pemerintah Arab Saudi memberikan penghormatan khusus atas pengabdiannya.

Pada masa Raja Faisal bin Abdulaziz Al Saud, nama Abdul Rahim Amin Bukhari secara resmi diabadikan pada kain Kiswah Ka'bah.

Apresiasi itu menjadi bukti kontribusinya dalam menjaga dan mengembangkan seni kaligrafi Arab. Warisan seninya kini menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas fisik bangunan suci tersebut.

>>> Menkeu Purbaya Usulkan Pagu Indikatif Kemenkeu 2027 Rp49,80 Triliun

Meski produksi Kiswah kini banyak mengadopsi teknologi modern, teknik dan ketelitian yang diwariskan Bukhari tetap abadi. Karyanya terus menginspirasi generasi baru pengrajin yang melanjutkan tradisi merawat Baitullah.