Dugaan Kebocoran Data Nasabah Bank Jatim Mencuat, 5,7 Juta Rekaman Diklaim Beredar di Dark Web

Isu kebocoran data kembali menjadi sorotan setelah muncul klaim mengenai dugaan peretasan terhadap database nasabah Bank Jatim. Informasi tersebut menyebut jutaan data pelanggan diduga telah beredar dan ditawarkan di lingkungan dark web.

Kabar itu ramai diperbincangkan setelah sebuah unggahan di media sosial pada 14 Juni 2026 menyoroti laporan dari akun pemantau aktivitas dark web terkait dugaan kebocoran data milik bank daerah tersebut.

Klaim Mencakup Jutaan Data Nasabah

Berdasarkan informasi yang beredar, pihak yang mengaku memiliki database tersebut mengklaim menyimpan sekitar 5,7 juta data nasabah Bank Jatim.

Data yang disebut ikut terdampak antara lain Nomor Induk Kependudukan (NIK), tanggal lahir, hingga informasi pekerjaan nasabah.

Dalam unggahan yang beredar, akun intelijen dark web disebut menemukan adanya pihak yang menawarkan database tersebut dan mengaku menguasai jutaan data pelanggan.

>>> RIIZE Kembali dengan Mini Album Kedua 'II', Tampilkan Performa Lebih Matang

Belum Ada Pernyataan Resmi

Hingga informasi ini ramai dibahas publik, Bank Jatim belum menyampaikan keterangan resmi mengenai dugaan insiden tersebut.

Belum ada konfirmasi dari pihak bank terkait validitas data yang diklaim bocor maupun langkah penanganan yang tengah dilakukan.

Nasabah Sampaikan Kekhawatiran

Perbincangan mengenai dugaan kebocoran data itu memicu respons dari sejumlah pengguna media sosial. Beberapa di antaranya mengaku khawatir terhadap keamanan informasi pribadi yang tersimpan dalam sistem perbankan.

  • Sejumlah warganet menyoroti banyaknya aparatur sipil negara yang menjadi nasabah Bank Jatim.
  • Pengguna media sosial meminta penjelasan resmi dari pihak bank.
  • Ada pula keluhan terkait layanan perbankan digital yang sebelumnya sempat mengalami gangguan.

Hingga kini, publik masih menunggu klarifikasi resmi dari Bank Jatim terkait dugaan kebocoran data yang tengah menjadi perhatian tersebut.