Dewan Energi Nasional (DEN) memastikan keandalan pasokan listrik sistem Jawa-Madura-Bali (Jamali) tetap terjaga.

Lembaga pemerintah itu meninjau langsung PLTU Cirebon Expansion berkapasitas 1.000 megawatt (MW) di Jawa Barat pada Sabtu (13/6/2026).

>>> Thomas Mueller Dukung Kai Havertz Jadi Andalan Jerman di Piala Dunia 2026

Peninjauan terhadap fasilitas milik PT Cirebon Energi Prasarana (CEP) ini merupakan respons cepat atas isu gangguan pemadaman listrik di berbagai daerah.

Kondisi sistem kelistrikan Jamali saat ini menghadapi tantangan, sehingga pengawasan terhadap pembangkit besar menjadi prioritas.

Anggota Pemangku Kepentingan (APK) DEN Muhammad Kholid Syeirazi menjelaskan bahwa pengawasan langsung bertujuan memetakan kondisi riil operasional pembangkit berbahan bakar batu bara tersebut.

"Kami ingin memastikan pasokan listrik tetap terjaga serta mengidentifikasi secara langsung apabila terdapat kendala yang perlu mendapat perhatian," kata Kholid melalui keterangan resmi.

Peninjauan ini juga menjadi bagian dari pelaksanaan fungsi penentuan kebijakan dan pengawasan implementasi energi nasional. "Saat ini porsi EBT dalam bauran pembangkit masih sekitar 15,6%.

Ke depan, kami mendorong agar komposisi pembangkit tidak lagi didominasi energi fosil.

Sesuai arah kebijakan nasional, pada tahun 2060 bauran pembangkit ditargetkan dapat didominasi EBT hingga sekitar 70%," ujar Kholid.

>>> IHSG Rebound, Rupiah Menguat, Saham LQ45 Melonjak

Sektor ketenagalistrikan Indonesia masih bertumpu pada pembangkit fosil, dengan kontribusi PLTU batu bara mencapai lebih dari 60 persen dari total kapasitas nasional.

"Kami ingin melihat langsung proses dan kinerja pembangkit di PLTU Cirebon Expansion, mengeksplorasi agenda dekarbonisasi yang sedang disiapkan, termasuk aspek efisiensi energi, efisiensi termal, serta langkah-langkah mitigasi emisi yang dilakukan perusahaan," katanya.

Komitmen dekarbonisasi tersebut sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2025 tentang Kebijakan Energi Nasional.