HKI Desak Pemerintah Benahi Pasokan Listrik Kawasan Industri
Himpunan Kawasan Industri (HKI) mendesak pemerintah untuk segera membenahi pasokan listrik di kawasan industri.
Desakan ini muncul setelah gangguan listrik berulang terjadi, terakhir pada Kamis (11/6/2026), yang melumpuhkan aktivitas produksi di berbagai sektor.
>>> Davino Satria Siap Balapan di Mandalika Festival of Speed 2026
Pemadaman yang berlangsung berjam-jam itu berdampak langsung pada industri petrokimia, baja, semen, kaca, makanan dan minuman, logistik, pusat data, serta sektor orientasi ekspor.
Para pelaku usaha terpaksa menggunakan genset darurat yang meningkatkan biaya operasional secara signifikan.
Keandalan Listrik Krusial bagi Industri
Ketua Umum HKI, Akhmad Ma'ruf Maulana, menegaskan bahwa keandalan aliran listrik sangat penting bagi kelangsungan operasional pabrik.
"Kami tentu prihatin apabila gangguan pasokan listrik terjadi berulang dan berlangsung hingga berjam-jam, terlebih di wilayah yang menjadi pusat aktivitas industri nasional," ujarnya.
>>> Dean Huijsen Latihan Mandiri di Bali United Training Camp
Menurut Ma'ruf, gangguan tersebut berisiko merusak bahan baku, menghentikan proses produksi secara mendadak, menurunkan kualitas produk, dan menghambat rantai pasok manufaktur.
"Dalam persaingan global saat ini, kepastian pasokan energi merupakan salah satu indikator utama yang dinilai investor sebelum memutuskan menanamkan modalnya," jelasnya.
Sebagai langkah mitigasi, HKI mendorong pemerintah mempercepat penyederhanaan regulasi Wilayah Usaha Ketenagalistrikan (Wilus). Hal ini diharapkan memungkinkan pengelola kawasan membangun pembangkit listrik mandiri.
Ma'ruf menambahkan, "Momentum ini dapat menjadi bahan evaluasi bersama untuk membangun sistem kelistrikan nasional yang semakin tangguh.
>>> PTBA Rombak Jajaran Direksi dan Komisaris Melalui RUPST 2025
Dengan keterlibatan pemerintah, PLN, swasta, dan pengelola kawasan industri secara lebih sinergis, kita berharap kejadian serupa dapat diminimalkan dan kepercayaan investor terhadap Indonesia tetap terjaga."
Update Terbaru
Ahmad Sahroni Klarifikasi Candaan ke Sherly Tjoanda, Akrab dengan Mendiang Suami
Senin / 27-07-2026, 03:36 WIB
Pengalihan Kasus Febrie ke Kejaksaan Dinilai Rugikan Polisi
Senin / 27-07-2026, 03:35 WIB
Bentrokan Maut di Menteng: Tiga Versi Berbeda Pemicu Keributan
Senin / 27-07-2026, 03:35 WIB
Analis CIA: Tak Ada Unsur Kejutan, Serangan ke Iran Bisa Berujung Bencana
Senin / 27-07-2026, 03:35 WIB
Blue Lock Chapter 355: Jepang vs Inggris Tentukan Nasib di Piala Dunia U-20
Senin / 27-07-2026, 03:14 WIB
Pameran Outback Art Fair ke-32 di Marquette Tampilkan Karya Seniman Lokal
Senin / 27-07-2026, 03:07 WIB
Marvel Studios Resmi Umumkan Ryan Gosling sebagai Ghost Rider di SDCC 2026
Senin / 27-07-2026, 03:07 WIB
Jacob Misiorowski Catat Rekor Brewers dengan 7 Strikeout Beruntun
Senin / 27-07-2026, 03:07 WIB
Polisi Madison Tak Punya Rekaman Bodycam Saat Tembak Pria Tunawisma
Senin / 27-07-2026, 03:00 WIB
United Cajun Navy Bantah Klaim Nolan Wells Ditemukan Berpakaian Lengkap, Tuduh Crump Berbohong
Senin / 27-07-2026, 03:00 WIB
Suami Gendong Istri Terbalik ke IGD, Dokter Terkejut Ternyata Ini yang Terjadi
Senin / 27-07-2026, 03:00 WIB
Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur, Polisi Selidiki CCTV dan Autopsi
Senin / 27-07-2026, 02:29 WIB
Kaesang Maju ke Senayan: Jokowi Baca Celah Penurunan Kepuasan Publik ke Prabowo
Senin / 27-07-2026, 02:28 WIB
Ganjar: Kaesang Berhak Maju dari Dapil V Jateng, Apalagi Asli Solo
Senin / 27-07-2026, 02:28 WIB







