Seorang pria bernama Jason terlihat membawa istrinya, Mary, dalam posisi terbalik saat tiba di IGD sebuah rumah sakit di Indiana, Amerika Serikat.

Petugas keamanan berteriak meminta Jason menurunkan istrinya, namun ia bersikeras tetap memegang Mary dalam posisi tersebut.

>>> Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur, Polisi Selidiki CCTV dan Autopsi

Yang mengejutkan, Mary justru merasa baik-baik saja dan mengatakan bahwa ia merasa nyaman dalam posisi terbalik itu.

Pacemaker Baru Bermasalah

Dokter Louis F Janeira, seorang kardiolog, mengenali Mary. Sehari sebelumnya, Mary telah dipasangi pacemaker karena detak jantungnya sangat lambat, di bawah 40 denyut per menit.

Setelah dipasangi alat pacu jantung, Mary dipulangkan. Namun hanya beberapa jam kemudian, kondisinya memburuk.

Jason menceritakan bahwa Mary batuk lalu pingsan. Satu-satunya cara membuatnya sadar adalah dengan menggantungnya terbalik.

Setiap kali Mary dibaringkan atau didudukkan, ia kembali pingsan. Hal itu terjadi empat kali berturut-turut.

>>> Kaesang Maju ke Senayan: Jokowi Baca Celah Penurunan Kepuasan Publik ke Prabowo

Diagnosis yang Tak Biasa

Dr. Janeira memeriksa tanda vital Mary saat masih terbalik. Ketika ia diminta berbaring, detak jantungnya langsung turun drastis hingga flat.

Jason segera mengangkat Mary kembali, dan monitor jantung kembali normal. Mary pun sadar.

Dr. Janeira menduga kabel pacemaker yang menghubungkan alat ke ventrikel kanan jantung Mary terlepas. Batuk yang dialami Mary mungkin menjadi penyebabnya.

Posisi terbalik secara tidak sengaja menyambungkan kembali kabel tersebut sehingga jantung bisa terstimulasi.

Mary harus menjalani operasi untuk memasang kembali kabel pacemaker. Selama proses persiapan, ia tetap digendong terbalik oleh suaminya.

>>> Ganjar: Kaesang Berhak Maju dari Dapil V Jateng, Apalagi Asli Solo

Keesokan harinya, Mary kembali ke rumah sakit dan memberi tahu Dr. Janeira bahwa ia sudah sembuh. Diagnosis dokter ternyata tepat.