Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit kembali pada Senin (15/6/2026) setelah sebelumnya mengalami guncangan di pasar modal Indonesia.

Pemulihan cepat ini dipicu oleh pernyataan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad yang mendorong lembaga seperti BPI Danantara dan BPJS Ketenagakerjaan untuk melakukan buyback saham emiten berfundamental kokoh.

>>> Timnas Iran Pindahkan Kamp Latihan ke Meksiko Jelang Piala Dunia 2026

Langkah tersebut langsung direspons positif oleh pelaku pasar.

Kekhawatiran terhadap defisit fiskal juga mulai menyusut setelah pemerintah mengkaji efisiensi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) tanpa mengurangi jumlah penerima manfaat.

Pemerintah juga menerapkan moratorium Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru dan melakukan refocusing anggaran. Sentimen pasar semakin pulih dengan adanya harapan perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran.

Faktor domestik lain yang memperkuat pasar adalah keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,5%.

Kebijakan moneter tersebut membuat nilai tukar rupiah kembali perkasa dan berdampak positif di lantai bursa dengan melesatnya harga saham emiten papan atas.

Saham LQ45 dan Lapis Kedua Melonjak

Beberapa emiten unggulan dalam indeks LQ45 mencatatkan kenaikan signifikan dan menjadi top gainers sejak IHSG bangkit pekan lalu.

>>> PBSI Tarik Ginting dan Ubed dari Macau Open 2026 karena Cedera dan Flu

Saham pelapis kedua dan ketiga juga ikut melaju kencang.

Di antara emiten LQ45, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menguat 58,41%, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) naik 42,31%, dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menguat 32,49%.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 31,44%, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menguat 30,16%, dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik 27,27%.