Koreksi besar pasar saham Indonesia telah terjadi berkali-kali sejak tahun 2000.

Namun, sejarah mencatat bahwa setiap kali IHSG mengalami koreksi besar, indeks pada akhirnya pulih dan mencetak puncak baru.

>>> Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter per 10 Juni 2026

Henan Putihrai dalam risetnya mengingatkan bahwa pola historis bukan jaminan siklus saat ini akan berakhir sama.

Keputusan investasi sebaiknya didasarkan pada data dan fundamental, bukan ketakutan atau euforia jangka pendek.

Delapan Koreksi Besar IHSG

Sejak tahun 2000, IHSG telah mengalami delapan koreksi besar.

Hingga 15 Juni 2026, koreksi mencapai 41,7% dari puncaknya dan menjadi yang terdalam ketiga dalam sejarah modern pasar modal Indonesia.

Tujuh koreksi sebelumnya seluruhnya berakhir dengan pola yang sama: IHSG kembali ke level puncak dan kemudian mencetak rekor baru.

Namun, Siklus 8 memiliki sejumlah keunikan.

Empat Fase Siklus Pasar

Berdasarkan pengalaman tujuh koreksi besar sebelumnya, pergerakan IHSG umumnya melalui empat fase. Fase pertama adalah penurunan (descend), ketika indeks turun dari puncak menuju titik terendah.

Fase kedua adalah dasar (trough), saat pasar mulai berkonsolidasi dan membentuk titik balik dengan kenaikan minimal 10%.

Fase ketiga adalah normalisasi, ketika sebagian penurunan berhasil dipulihkan meski kekhawatiran investor masih tinggi.

Fase keempat adalah pemulihan (recovery), periode kenaikan berkelanjutan hingga indeks kembali ke puncak sebelumnya. Memahami posisi pasar dalam siklus ini membantu investor mengambil keputusan yang lebih rasional.

Berdasarkan data per 15 Juni 2026, Siklus 8 tampaknya telah menyelesaikan fase Descend.

IHSG turun dari puncak 9.134,70 pada 20 Januari 2026 ke level terendah 5.324,14 pada 8 Juni 2026, atau terkoreksi 41,7% dalam 4,6 bulan.