Setelah mencapai titik terendah, IHSG langsung memantul 10,9% dalam dua hari perdagangan. Fase Trough berlangsung sangat singkat, menyamai rekor tercepat pada krisis 2008 dan pandemi 2020.

>>> Gong Yoo Tampil Beda di Pemotretan W Korea, Warganet Spekulasi Facelift

Siklus ini juga berbeda karena Bank Indonesia justru menaikkan suku bunga 50 basis poin untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah koreksi pasar.

Berakhirnya fase penurunan kali ini lebih dipicu oleh meredanya tekanan jual setelah aksi jual investor asing mencapai rekor tertinggi.

Dengan durasi 4,6 bulan, fase Descend Siklus 8 sedikit lebih cepat dibanding rata-rata historis lima bulan. Investor perlu fokus pada signal dan mengabaikan sound serta noise.

Prediksi IHSG jatuh ke level ekstrem, narasi krisis permanen, atau perbandingan dengan krisis 1998 termasuk sound yang tidak relevan.

Gejolak harian akibat isu tarif, geopolitik, atau analisis teknikal jangka pendek merupakan noise.

Adapun signal yang mendahului titik terendah pasar adalah meredanya aksi jual investor asing, stabilisasi rupiah, dan perkembangan positif terkait status Indonesia di MSCI.

Dengan fase penurunan yang diperkirakan telah berakhir, perhatian kini beralih ke proses pemulihan.

Target fase normalisasi berada di level 7.229 atau sekitar 18% di atas posisi IHSG pertengahan Juni 2026, dengan estimasi durasi 4–7 bulan berdasarkan pola historis.

Tiga faktor utama yang perlu diperhatikan adalah keputusan MSCI terkait status Indonesia sebagai pasar berkembang, stabilisasi rupiah di kisaran Rp15.000–Rp16.000 per dolar AS, dan peluang penurunan suku bunga Bank Indonesia.

Berbeda dari siklus sebelumnya, pemulihan kali ini tidak banyak bergantung pada pemangkasan suku bunga karena prioritas utama masih menjaga stabilitas rupiah.

Keunikan Siklus 8 adalah adanya ketidakpastian mengenai posisi Indonesia dalam alokasi modal global melalui keputusan MSCI.

Pemulihan pasar tidak hanya ditentukan oleh kenaikan harga saham, tetapi juga oleh kembalinya kepercayaan investor asing.

Bagi investor, pendekatan yang disarankan adalah menjaga keseimbangan antara aset defensif dan peluang investasi untuk menangkap pemulihan.

>>> LongRange Capital Akuisisi Pizza Hut AS Senilai Rp24 Triliun

Stabilitas rupiah juga perlu diperhatikan karena sering menjadi indikator awal kembalinya modal asing. Pada akhirnya, strategi investasi harus disesuaikan dengan jangka waktu dan profil risiko masing-masing investor.