Mobil listrik Chery diklaim memiliki efisiensi biaya operasional yang tinggi. Selain ramah lingkungan, kendaraan ini disebut hanya membutuhkan biaya energi Rp 7.000 per hari.

Biaya transportasi menjadi pengeluaran rutin bagi pekerja yang berkomuter dari kota penyangga seperti Bekasi, Depok, Tangerang, atau Bogor menuju Jakarta.

>>> Real Madrid Resmi Rekrut Bernardo Silva Secara Gratis dari Manchester City

Jarak perjalanan pulang-pergi umumnya berkisar 40-60 km per hari.

Chery menghitung estimasi biaya energi berdasarkan tarif pengisian daya rumah tangga. Model Chery Q mencatat biaya sekitar Rp 181 per km.

Untuk perjalanan 40 km, biaya harian hanya Rp 7.240, sedangkan 60 km membutuhkan Rp 10.860.

Model Chery E5 memiliki estimasi biaya Rp 205 per km. Pengeluaran harian untuk jarak yang sama berkisar Rp 8.200 hingga Rp 12.300.

Sementara Chery J6T membutuhkan biaya Rp 11.360 hingga Rp 17.040 per hari.

>>> BGN Evaluasi Penerima Makan Bergizi Gratis, 8 Juta Orang Dicoret

Simulasi penggunaan 1.200 km per bulan menunjukkan Chery Q membutuhkan biaya sekitar Rp 217.200 per bulan.

Chery E5 sebesar Rp 246.000, dan Chery J6T sekitar Rp 340.800.

Budi Darmawan Jantania, Vice Country Director Chery Business Unit Indonesia, mengatakan bahwa kendaraan listrik harus memberikan nilai nyata bagi konsumen.

Efisiensi harus dapat dihitung, kenyamanan harus dirasakan, dan teknologi harus relevan dalam kehidupan sehari-hari.

>>> Leo/Daniel Juara Thailand Open 2026 Usai Kalahkan Wakil India

Melalui jajaran EV, Chery ingin membantu masyarakat mengambil keputusan mobilitas yang lebih cerdas, efisien, dan siap menghadapi perubahan kebutuhan energi.