Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan harga BBM non subsidi berpeluang turun dalam waktu mendatang.

Peluang penyesuaian ke bawah ini terjadi seiring dengan melemahnya harga minyak mentah dunia.

>>> Integrasi AI Ubah Lanskap Kejahatan Siber 2026, Ini 5 Ancaman Utama

Penurunan harga minyak global dipicu oleh meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, termasuk rencana pembukaan kembali Selat Hormuz.

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menegaskan bahwa pergerakan harga BBM non subsidi mengikuti harga minyak dunia.

"Apakah bisa turun? Pasti.

Ketika harga minyak dunia turun, harga BBM non-subsidi akan turun," ujar Anggia di Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Mekanisme ini berlaku untuk seluruh BBM non subsidi, baik dari Pertamina maupun badan usaha swasta, sesuai formula keekonomian yang diatur pemerintah.

>>> Tecno Camon 50 Resmi di Indonesia, Simak Spesifikasi dan Harga Terbaru Juni 2026

Kenaikan harga BBM non subsidi pada 10 Juni 2026 lalu merupakan upaya mengejar harga keekonomian yang sempat tertahan.

Pemerintah sebelumnya menahan harga pada April meski tren minyak global meningkat, berbeda dengan sejumlah negara tetangga.

Kini, ketika harga minyak dunia mulai turun, pemerintah membuka peluang koreksi harga.

Penurunan harga minyak terjadi setelah muncul sinyal meredanya ketegangan antara AS dan Iran, serta rencana pembukaan Selat Hormuz yang sempat terganggu sejak akhir Februari.

>>> Menteri PU Bantah Kendala Arus Kas Kontraktor Sekolah Rakyat

Harga minyak Brent pada perdagangan Rabu (17/6/2026) turun ke USD79,43 per barel, sementara WTI berada di USD76,53 per barel.