Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan pemerintah akan menyulap Stasiun Gambir di Jakarta Pusat menjadi Stasiun Nasional.

Stasiun tersebut nantinya akan mengintegrasikan layanan kereta jarak jauh dengan KRL Commuter Line.

>>> Ducati Indonesia Gelar Weekend Ride untuk Komunitas Motor

Langkah ini dilakukan untuk membangun konektivitas antar-moda transportasi di Jakarta sekaligus menjadikan Stasiun Gambir sebagai hub perkeretaapian utama di Indonesia.

Kementerian Perhubungan menegaskan operasional KRL di Stasiun Gambir tidak akan menggeser layanan kereta jarak jauh yang sudah ada.

Kedua jenis layanan tersebut dipastikan tetap beroperasi secara berdampingan.

Integrasi dengan Moda Lain

Menhub Dudy menjelaskan bahwa Stasiun Gambir akan terhubung dengan berbagai moda transportasi lain.

Penumpang kereta bisa melanjutkan perjalanan dengan LRT, Kereta Cepat Whoosh dari Stasiun Cawang, hingga ke bandara.

Pemerintah tidak khawatir penggabungan ini akan memicu kepadatan berlebih karena kapasitas lahan dinilai masih memadai.

>>> PT Murni Sadar Tbk Bagikan Dividen Tunai Rp5 Miliar untuk Tahun Buku 2025

Dudy menambahkan bahwa pengembangan Stasiun Gambir tidak akan menggeser kedudukan Stasiun Manggarai sebagai stasiun sentral.

Stasiun Gambir akan menjadi "wajah" perkeretaapian Indonesia, menonjolkan aspek estetika.

Proyek renovasi besar ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

PT KAI saat ini sedang mematangkan perencanaan pelaksanaan di lapangan.

Pendanaan proyek tidak menggunakan APBN, melainkan anggaran mandiri dari PT KAI.

Hal ini seiring rencana penyerahan aset stasiun dari kementerian kepada operator.

>>> Juventus Bidik Eljif Elmas Usai Napoli Tak Perpanjang Pinjaman

Menhub mencontohkan model pengelolaan seperti yang dilakukan Angkasa Pura, Airnav, dan Pelindo.