Perkembangan Timnas Indonesia dalam beberapa tahun terakhir menarik perhatian jurnalis asal Belanda, Sam van Raalte.

Melalui bukunya yang berjudul De Voetbalrepubliek, pria asal Den Haag tersebut membedah dinamika sepak bola nasional yang dinilai tidak lepas dari pengaruh politik.

>>> Hyundai Daftarkan Staria Hybrid dan EV di Permendagri 2026

Sam mengaku mengamati secara langsung perjalanan skuad Garuda dalam beberapa kesempatan.

Jurnalis berusia 35 tahun itu bahkan pernah ikut serta dalam perjalanan tim nasional hingga ke Arab Saudi saat kursi kepelatihan masih diduduki oleh Patrick Kluivert.

Potensi Besar di Balik Politisasi

Berdasarkan pengamatannya, sepak bola di Indonesia menyimpan potensi yang sangat masif.

Namun, di balik segala pencapaian yang diraih, Sam melihat adanya kecenderungan dari pihak-pihak tertentu untuk memanfaatkan momentum keberhasilan Timnas Indonesia sebagai sarana pencitraan.

"Saya merasa kasihan kepada para pemain dan tentu saja kepada masyarakat Indonesia, tetapi di sisi lain saya juga belajar bagaimana politikus mencoba menggunakan kesuksesan untuk citra mereka sendiri," kata Sam van Raalte.

Hubungan antara panggung politik dan sepak bola di tanah air dinilai sudah berakar sangat kuat.

Menurut pandangannya, kedua sektor ini kerap berjalan beriringan dalam mengiringi berbagai dinamika sepak bola di dalam negeri.

>>> Pemerintah Dorong Pembentukan Lembaga Pengawas dan Penjamin Simpanan Koperasi

"Politik dan sepak bola saling terkait di Indonesia," ujar Sam van Raalte.

Kendati melayangkan kritik terhadap intervensi politik, Sam tetap mengapresiasi sisi positif dari sepak bola Indonesia.

Ia mengaku sangat terkesan dengan loyalitas luar biasa serta antusiasme yang ditunjukkan oleh para pendukung tim nasional.

Atmosfer yang dihadirkan oleh suporter di dalam stadion diakui meninggalkan kesan mendalam bagi dirinya.

Sam menyebut keriuhan di sejumlah kota seperti Jakarta, Sleman, dan Bandung memiliki daya pikat yang bahkan jarang dijumpai di belahan Eropa.

Bagi masyarakat Indonesia, sepak bola dinilai telah bergeser dari sekadar hiburan menjadi bagian dari identitas sosial. Intensitas dukungan tersebut bahkan disetarakan dengan fanatisme legendaris di Argentina.

"Mereka mengalaminya seperti sebuah agama, satu-satunya tempat saya melihat hal serupa adalah di Boca Juniors, Argentina," tutur Sam van Raalte.

>>> Google Wear OS 7 Hadir dengan Live Updates dan Kecerdasan Gemini untuk Pixel Watch

"Bagi banyak orang, ini adalah pelampiasan terpenting mereka," kata Sam van Raalte.