Meninggalnya peserta BTN Jakarta International Marathon (BTN Jakim) 2026, Agus Putranadi, memunculkan perhatian terhadap kesiapan layanan medis selama perlombaan berlangsung. Agus dilaporkan meninggal dunia pada Minggu, 14 Juni 2026, setelah sempat mendapat penanganan medis sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Siloam Kebon Jeruk, Jakarta.

Agus dinyatakan meninggal sekitar pukul 16.48 WIB. Menanggapi peristiwa tersebut, Medical Director BTN Jakim periode 2023–2026, dr Andhika Raspati, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum.

"Turut Berduka Cita atas meninggalnya Alm. Agus Putranadi. Semoga amal ibadah almarhum diterima oleh Allah SWT. Serta kerabat yang ditinggalkan diberikan ketabahan," tulis dr Andhika melalui akun Threads.

>>> Bioskop Trans TV Tayangkan Zombieland: Double Tap Malam Ini

Jumlah Personel Medis Ditambah

Menurut Andhika, penyelenggara telah meningkatkan kapasitas layanan kesehatan dibanding pelaksanaan tahun sebelumnya. Sebanyak 257 personel medis diterjunkan dan ditempatkan di berbagai titik sepanjang rute lomba.

Mereka bertugas di 10 tenda medis, 21 ambulans, serta 40 titik mobile medic yang bergerak mengikuti kebutuhan penanganan di lapangan.

Jumlah petugas kesehatan pada hari kedua penyelenggaraan disebut naik sekitar 35 persen dibandingkan tahun lalu. Kenaikan itu dilakukan meski jumlah peserta per hari lebih rendah.

Pada BTN Jakim 2026, jumlah pelari tercatat sekitar 24.000 orang per hari. Sementara pada penyelenggaraan sebelumnya mencapai sekitar 33.000 peserta per hari.

Tim Medis Berasal dari Berbagai Bidang

Andhika menjelaskan seluruh tenaga medis yang bertugas berasal dari berbagai disiplin kesehatan. Mereka terdiri atas dokter spesialis kedokteran olahraga, dokter spesialis anestesi, peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Kedokteran Olahraga, dokter umum, fisioterapis, perawat, hingga paramedis yang telah mendapatkan pelatihan.