Rencana pelayanan medis yang digunakan dalam ajang tersebut juga telah memperoleh persetujuan Technical Delegate Federasi World Athletics.

Sebelum perlombaan dimulai, seluruh petugas mengikuti briefing, pelatihan, serta simulasi operasional guna memastikan prosedur penanganan medis dapat berjalan sesuai rencana.

Lonjakan Panggilan Gawat Darurat Terjadi Bersamaan

Meski jumlah personel ditambah, tim medis menghadapi situasi yang tidak biasa pada hari kedua perlombaan. Sejumlah panggilan darurat dilaporkan muncul hampir bersamaan di berbagai titik lintasan.

"Pada hari kedua pelaksanaan BTN JAKIM 2026, kami mengalami periode yang cukup panjang di mana terjadi lonjakan panggilan gawat darurat secara bersamaan di berbagai titik rute," kata Andhika.

Kondisi tersebut membuat petugas harus melakukan koordinasi dan penanganan secara simultan dengan mengutamakan tingkat kegawatdaruratan masing-masing pasien.

Pergerakan ambulans maupun tenaga medis di sepanjang rute juga membutuhkan waktu lebih lama karena banyaknya laporan yang masuk dalam periode yang sama.

Apresiasi untuk Pelari dan Tim Medis

Dalam pernyataannya, Andhika turut menyampaikan apresiasi kepada peserta yang membantu sesama pelari ketika membutuhkan pertolongan selama lomba berlangsung.

"Terima kasih juga untuk pelari yang telah mendukung dan menolong rekan-rekan pelarinya selama Jakim 2026 berlangsung," tulisnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia dan tim medis yang tetap bertugas di tengah cuaca panas untuk memberikan layanan kesehatan kepada peserta.

"Semoga kejadian ini dapat memberikan hikmah yang bermanfaat untuk semua pihak. Kami akan meningkatkan lagi kualitas pelayanan medis kami berikutnya," ujarnya.