Perusahaan ekuitas swasta LongRange Capital resmi mengakuisisi bisnis Pizza Hut di Amerika Serikat dari Yum Brands senilai 1,5 miliar dolar AS pada Selasa (16/6/2026) waktu setempat.

Langkah ini menempatkan jaringan restoran pizza tersebut di bawah naungan yang sama dengan korporasi kebugaran 24 Hour Fitness dan produsen peti mati Batesville.

>>> Menyusuri Badar: Saksi Perjuangan Dakwah dan Kemenangan Pasukan Malaikat

Penurunan Pangsa Pasar Pizza Hut

Penjualan ini dipicu oleh stagnasi pendapatan Pizza Hut selama setidaknya 20 tahun terakhir menurut data lembaga riset Technomic.

Tekanan ekonomi rumah tangga, perubahan kebiasaan konsumen, serta popularitas obat penurun berat badan GLP-1 turut memperparah kondisi pasar bagi industri restoran pizza saat ini.

Pangsa pasar Pizza Hut dalam kategori restoran cepat saji bermenu pizza tercatat merosot dari 19 persen menjadi 15 persen sejak 2019.

Sebaliknya, kompetitor utama mereka, Domino's, justru berhasil melonjak hingga menguasai 30 persen pangsa pasar pada periode yang sama.

Robert Byrne, Direktur Senior Riset Konsumen di Technomic, menjelaskan bahwa Pizza Hut menghadapi tantangan besar karena kalah bersaing dalam hal persepsi publik.

Konsumen saat ini juga dihadapkan pada pilihan layanan pengantaran makanan yang jauh lebih beragam dibandingkan era terdahulu.

"Pizza Hut tidak mendapat banyak penghargaan untuk inovasi atau harga yang terjangkau," kata Robert Byrne. "Bahkan di ruang pizza, merek lain dianggap melakukan hal itu dengan lebih baik."

Tantangan bagi LongRange Capital

Tantangan bagi LongRange Capital tergolong besar mengingat rekam jejak perusahaan ekuitas swasta di sektor kuliner cukup bervariasi.

Berdasarkan data PitchBook yang dikutip CNBC, sebanyak 10 dari 21 jaringan restoran yang mengajukan kebangkrutan pada 2024 merupakan perusahaan yang disokong oleh ekuitas swasta.