PT Aman Agrindo Tbk (GULA) mempercepat ekspansi dengan mengakuisisi pabrik gula merah di Sragen, Jawa Tengah. Langkah ini bertujuan memperkuat posisi perseroan di pasar business-to-business (B2B).

Akuisisi ini dilansir dari Investor Daily pada Rabu (17/6/2026). Perseroan menargetkan akuisisi ini dapat mendorong pertumbuhan pendapatan mulai semester II-2026.

>>> BI dan China Perkuat Kerja Sama Mata Uang Lokal untuk Stabilitas Rupiah

Pabrik yang akan diakuisisi memiliki kapasitas giling 1.000 ton tebu per hari (TCD). Kapasitas produksi gula merah mencapai 100 ton per hari.

Seluruh pendanaan akuisisi berasal dari kas internal perusahaan. Perseroan tidak menggunakan instrumen utang baru untuk aksi korporasi ini.

Saat ini, GULA sedang merampungkan tahap akhir uji tuntas (due diligence) terhadap pabrik target. Proses ini dijadwalkan selesai pada pekan ketiga Juni 2026.

Setelah due diligence rampung, perseroan akan melanjutkan ke penandatanganan perjanjian bersyarat.

"Target penandatanganan perjanjian bersyarat kami agendakan pada minggu ketiga atau keempat Juni 2026," ujar Andreas Utomo, Presiden Direktur GULA.

>>> Timnas Korea Selatan Gelar Latihan Tertutup Jelang Hadapi Meksiko

Manajemen juga melibatkan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) untuk penilaian independen. Hasil valuasi diperkirakan rampung pada Agustus 2026.

"Nilai akuisisi pabrik Sragen masih menunggu penilaian dari KJPP. Perkiraan kami hasil penilaian nilai wajar akan selesai pada Agustus 2026," kata Andreas.

Pemilihan lokasi Sragen didasarkan pada kedekatan dengan sentra produksi tebu di Jawa Tengah. Hal ini untuk menjaga kelancaran pasokan bahan baku.

Hasil produksi pabrik akan dialokasikan khusus untuk sektor industri seperti makanan, minuman, dan manufaktur. Produk tidak dijual ke pasar ritel.

Operasional pabrik ditargetkan beralih sepenuhnya pada Juni 2026. Dengan demikian, pabrik dapat langsung berkontribusi terhadap pendapatan konsolidasi pada paruh kedua tahun ini.

>>> Argentina Hajar Aljazair 3-0 di Laga Perdana Piala Dunia 2026

Akuisisi ini diproyeksikan meningkatkan nilai aset perusahaan secara konsolidasi. Selain itu, volume penjualan dan laba usaha perseroan juga diperkirakan meningkat.