Yum!

Brands, pemilik jaringan restoran cepat saji, resmi menjual seluruh jaringan Pizza Hut dengan nilai transaksi mencapai 2,7 miliar dollar AS atau sekitar Rp47,86 triliun.

>>> OJK Pastikan Operasional KoinP2P Tetap Normal Usai Penahanan Tiga Petinggi

Pengumuman ini disampaikan pada Selasa (16/6/2026).

Penjualan dilakukan melalui dua kesepakatan terpisah. Perusahaan ekuitas swasta LongRange Capital mengakuisisi Pizza Hut senilai 1,5 miliar dollar AS (Rp26,59 triliun).

Sementara itu, sisa bisnis Pizza Hut di China dibeli oleh Yum China dengan nilai 1,2 miliar dollar AS (Rp21,27 triliun).

Langkah Strategis Setelah Peninjauan

Keputusan ini diambil setelah Yum! Brands melakukan peninjauan strategis terhadap berbagai opsi untuk bisnis pizza tersebut sejak November 2025.

CEO Yum!

Brands Chris Turner menyatakan bahwa Pizza Hut membutuhkan investasi tambahan dan kepemilikan gerai yang lebih besar untuk kembali bertumbuh.

>>> Dishub DKI Jakarta Tindak 258 Pelanggaran Parkir Liar di Lima Wilayah

"Ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan sekarang. Beberapa di antaranya bukan hal yang biasanya dilakukan oleh Yum!

," kata Chris Turner. Ia menambahkan bahwa manajemen terbuka terhadap mitra eksternal yang membawa modal dan strategi baru.

"Kami ingin pada akhirnya melakukan hal yang tepat bagi merek ini," ujar Turner.

Pizza Hut pertama kali dibeli PepsiCo seharga 300 juta dollar AS pada 1977. Kinerja keuangannya terus tertinggal dari merek lain di bawah Yum!

Brands.

Data tahun 2025 menunjukkan penjualan Pizza Hut di AS merosot 5 persen, sementara Taco Bell tumbuh 7 persen.

>>> BPS: Jumlah Kendaraan Bermotor di Indonesia Capai 172,9 Juta Unit

Persaingan ketat dari Domino's Pizza serta layanan pesan-antar seperti Uber Eats dan Grubhub turut mendorong Yum! Brands untuk fokus pada merek dengan pertumbuhan lebih tinggi.