DOJ Hentikan Penyelidikan Akuisisi Warner Bros oleh Paramount Skydance
Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) resmi menghentikan penyelidikan antimonopoli terhadap rencana akuisisi Warner Bros. Discovery Inc. oleh Paramount Skydance Corp.
pada Jumat, 12 Juni 2026.
>>> Wacana Buyback Saham BUMN Dinilai Rasional di Tengah Pelemahan Pasar
Kesepakatan senilai US$110 miliar itu dinilai tidak merugikan konsumen atau menghambat persaingan di industri perfilman dan televisi.
Keputusan ini diambil setelah penelaahan intensif selama delapan bulan terakhir, tanpa meminta perubahan apa pun pada transaksi.
Masih Ada Hambatan dari Negara Bagian
Meski mendapat lampu hijau dari federal, merger ini masih menghadapi pemeriksaan terpisah dari sejumlah jaksa agung negara bagian yang dipimpin oleh California.
Kelompok tersebut dilaporkan sedang mempersiapkan gugatan hukum untuk memblokir penggabungan dua raksasa hiburan ini.
Persetujuan tanpa syarat dari DOJ sejalan dengan kebijakan pemerintahan Presiden Donald Trump yang cenderung melonggarkan transaksi korporasi besar.
Sebelum keputusan dirilis, Kepala Paramount David Ellison sempat menemui Pelaksana Tugas Asisten Jaksa Agung Bidang Antimonopoli Omeed Assefi bulan lalu.
>>> Pelukis Inggris David Hockney Meninggal Dunia di London
Pertemuan itu bertujuan menegaskan kemampuan entitas baru bersaing melawan dominasi platform teknologi.
DOJ dalam pernyataannya mengatakan bahwa industri film dan televisi sangat dinamis dan transaksi yang diusulkan tidak mungkin merugikan persaingan maupun konsumen Amerika.
Regulator meyakini permintaan pasar terhadap pekerja kreatif akan tetap terjaga seiring insentif perusahaan dalam meningkatkan produksi.
Paramount menegaskan bahwa transaksi ini bersifat pro-persaingan dan akan menghasilkan perusahaan yang lebih kuat untuk bersaing melawan platform teknologi dominan.
Rencana penyatuan ini diproyeksikan melahirkan salah satu raksasa media terbesar di dunia yang menguasai studio Hollywood, jaringan berita CNN dan CBS, serta platform HBO dan Paramount+.
>>> Nintendo Batasi Pembelian Switch 2 Multi-Bahasa di Jepang untuk Cegah Scalper
Meski mendapat lampu hijau dari pemerintah federal, gelombang penolakan masih datang dari kalangan politikus Demokrat dan serikat pekerja kreatif Hollywood.
Update Terbaru
Apple Rilis iOS 26.6 dan iPadOS 26.6 dengan 78 Perbaikan Keamanan Krusial
Selasa / 28-07-2026, 20:21 WIB
5G Terjangkau: 6 HP Gaming di Bawah Rp 4 Juta yang Masih Layak
Selasa / 28-07-2026, 20:21 WIB
Dua Hujan Meteor Puncak Akhir Juli 2026, Catat Jadwal dan Cara Melihatnya
Selasa / 28-07-2026, 20:21 WIB
MK Wajibkan Operator Sediakan Opsi Kuota Rollover, Bukan Hapus Paket Hangus
Selasa / 28-07-2026, 20:21 WIB
5 HP RAM 16 GB Flagship Termurah Juli 2026, Cuma Rp7 Jutaan
Selasa / 28-07-2026, 20:14 WIB
One UI 9 Hadirkan Google Search Bar Bawaan di Layar Utama Galaxy Z Fold 8
Selasa / 28-07-2026, 20:14 WIB
Samsung Luncurkan Kartu Debit Travelogue untuk Wisatawan di Korea Selatan
Selasa / 28-07-2026, 20:14 WIB
Pembaruan Google Play System dan Android System WebView Kini Tersedia untuk Samsung
Selasa / 28-07-2026, 20:14 WIB
Pembaruan Perdana Galaxy M47 Hadirkan Patch Keamanan Juli 2026
Selasa / 28-07-2026, 20:07 WIB
Kacamata Pintar Samsung Dilengkapi Indikator Privasi Kamera
Selasa / 28-07-2026, 20:07 WIB
Kisah Oei Tiong Ham, Konglomerat RI yang Namanya Diabadikan di Singapura
Selasa / 28-07-2026, 20:07 WIB
Kelelawar Cokelat Kecil Juara Tidur, Molor Hampir 20 Jam Sehari
Selasa / 28-07-2026, 20:07 WIB
Menkes: Kunci RI Jadi Negara Maju Bukan Rumah Sakit, Tapi Jaga Kesehatan
Selasa / 28-07-2026, 20:00 WIB
John Mayer Sumbang Rp90 Miliar untuk Riset PTSD, Fokus pada Kualitas Tidur
Selasa / 28-07-2026, 20:00 WIB







