Wacana pembelian kembali atau buyback saham BUMN, khususnya Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), dinilai sebagai langkah yang cukup rasional di tengah pelemahan pasar saham dalam beberapa waktu terakhir.

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengadakan pertemuan dengan perwakilan Himbara, BPJS, dan asuransi BUMN di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Selasa (9/6/2026).

>>> Pelukis Inggris David Hockney Meninggal Dunia di London

Pertemuan itu membahas berbagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas pasar modal dan memperkuat kepercayaan investor, salah satunya melalui wacana buyback saham emiten BUMN.

"Kami tadi juga berdiskusi mengenai situasi market dan mungkin saham-saham yang pada saat ini bagus dan kemudian bisa dibeli kembali," kata Dasco dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menambahkan, saat ini fundamental ekonomi Indonesia dari sisi perbankan sangat kuat.

Meski demikian, dia terus mendorong pelaku pasar untuk terus berkoordinasi dan berdiskusi guna mengatasi permasalahan ekonomi saat ini.

Buyback Berpotensi Jadi Katalis Positif

Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai, buyback berpotensi menjadi katalis positif bagi pasar sekaligus menjaga kepercayaan investor.

Valuasi sejumlah saham Himbara saat ini dinilai semakin menarik setelah mengalami koreksi yang cukup dalam, sementara fundamental bank-bank besar tersebut masih relatif solid.

"Jadi menurut saya, ini tidak bisa langsung dibaca sebagai exit liquidity, tetapi lebih sebagai upaya menjaga kepercayaan pasar," kata Ekky kepada Bisnis, Jumat (12/6/2026).

Dari sisi valuasi, Ekky menyebut bahwa aksi buyback akan semakin relevan apabila manajemen menilai harga saham perseroan telah berada di bawah nilai wajarnya.

"Untuk Himbara, koreksi harga yang cukup besar membuat valuasinya lebih atraktif dibanding periode sebelumnya," ujarnya.