Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyoroti potensi tumpang tindih fungsi antara Universitas Republik Indonesia (URI) yang baru dibentuk dengan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas).

Menurut Hasto, Lemhannas yang didirikan oleh Presiden Soekarno sudah memiliki tugas mencetak calon pemimpin nasional, baik dari kalangan sipil maupun militer.

>>> Bansos Lewat Kopdes Merah Putih Diuji Coba Akhir Agustus, Ini Skemanya

"Dalam konteks meningkatkan leadership Indonesia, Bung Karno sudah mendirikan Lemhannas sebenarnya. Supaya tidak tumpang tindih," ujar Hasto di Sekolah PDIP, Jakarta, Selasa (28/7).

Hasto menegaskan bahwa pemerintah seharusnya mempertimbangkan aspek diferensiasi sebelum mendirikan URI.

Ia mencontohkan Universitas Cenderawasih dan Pattimura yang didirikan untuk mencetak ahli maritim, serta IPB untuk ahli pangan.

>>> 7 Saksi Diperiksa Tim 9 Kejagung di Kasus TPPU Eks Jampidsus Febrie

"Ini yang kemudian diferensiasi dalam universitas berdasarkan perencanaan koridor strategis ini yang harus disusun terlebih dahulu sebelum mendirikan lembaga-lembaga baru," kata Hasto.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sebelumnya menyatakan URI mengadopsi model lembaga pendidikan kepemimpinan dari sejumlah negara.

>>> Brace Gustavo Henrique Bawa Arema FC Kalahkan Tampines Rovers 2-1

Namun, wacana pendirian URI menuai kritik karena tidak dibahas bersama DPR.

Wakil Ketua Komisi X Lalu Hadrian mengaku tidak tahu soal kampus tersebut, termasuk dasar hukum, fungsi, dan anggarannya.

"Komisi X DPR RI hingga kini belum pernah membahas pembentukan URI, baik dalam rapat maupun agenda resmi," kata Lalu saat dihubungi, Kamis (24/7).

>>> Israel Setujui Pasukan Internasional di Gaza, Ben Gvir Protes

PDIP berharap pemerintah mengedepankan kajian mendalam dan menghindari tumpang tindih fungsi antarlembaga.