Samsung berhasil membuat Galaxy Z Fold 8 dan Z Fold 8 Ultra lebih tipis dari pendahulunya. Namun, ada satu keputusan yang membuat pengalaman pengguna justru terganggu.

Kedua ponsel lipat terbaru ini tidak dilengkapi magnet Qi2 bawaan. Padahal, fitur tersebut sangat berguna untuk kemudahan pengisian daya nirkabel dan penggunaan aksesori.

>>> Panduan Soal Pendapatan Nasional: Rumus dan Contoh Perhitungan GDP hingga DI

Qi2 vs Qi2 Ready: Perbedaan Krusial

Qi2 adalah standar pengisian daya nirkabel yang menggunakan magnet untuk menyelaraskan perangkat dengan charger. Ponsel dengan Qi2 asli memiliki magnet di dalam bodi.

Sementara itu, Galaxy Z Fold 8 dan Z Fold 8 Ultra hanya mendukung Qi2 Ready. Artinya, tidak ada magnet internal; pengguna harus membeli case dengan cincin magnetik.

Dengan case tersebut, ponsel bisa menggunakan aksesori magnetik seperti power bank atau dudukan mobil. Namun, case ini biasanya lebih mahal dan membatasi pilihan.

Kompromi yang Berulang

Samsung pertama kali menerapkan pendekatan Qi2 Ready pada Galaxy S25 series awal 2025. Saat itu, banyak yang menganggapnya sebagai langkah sementara menuju Qi2 penuh.

>>> Rekomendasi Mata Pelajaran TKA Jurusan Akuntansi

Namun, 18 bulan kemudian, Samsung masih menggunakan strategi yang sama. Padahal, Wireless Power Consortium telah merampungkan standar Qi2 sejak tiga tahun lalu.

Samsung berhasil meningkatkan kapasitas baterai dengan sel silikon-karbon, mempercepat pengisian daya, dan mendesain ulang engsel. Namun, magnet Qi2 tetap tidak disertakan.

Case Bukan Solusi Ideal

Menggunakan case pada ponsel lipat memang umum untuk perlindungan. Namun, memaksa pengguna memakai case khusus demi fitur magnetik terasa seperti pekerjaan yang belum selesai.