Kaitlan Collins, pembawa acara CNN, mengaku tidak terkejut saat Presiden Donald Trump melontarkan hinaan kepadanya dalam pidato di White House Correspondents' Dinner (WHCD) pekan lalu.

Dalam wawancara dengan Jon Stewart di "The Daily Show" pada Senin, Collins mengatakan bahwa Trump "cukup rutin" menghinanya di dalam Oval Office.

>>> Kelsey Grammer Sebut Sistem Pendidikan AS sebagai 'Penganiayaan Anak

Menurut Collins, satu-satunya perbedaan kali ini adalah venue yang lebih besar. Ia juga menyebut Trump kesal karena ia memenangkan penghargaan atas liputannya yang keras tentang presiden.

Dalam pidato WHCD, Trump menyamakan Collins dengan influencer transgender Dylan Mulvaney. Trump juga mengatakan Collins tidak pernah tersenyum meskipun muda dan menarik, serta bekerja untuk "CNN fake news."

>>> Turnamen Sepak Bola di Tangerang Disambut Antusias, Jadi Ajang Cari Bakat Muda

Collins memenangkan White House Correspondents' Award for Excellence in Presidential News Coverage Under Deadline Pressure untuk liputannya tentang pertemuan Trump dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada 2025.

>>> Liverpool Incar Bradley Barcola, PSG Siapkan Rencana Cadangan

Setelah pidato Trump, Collins langsung merespons di Instagram, mengatakan bahwa Trump menyerangnya karena pertanyaan-pertanyaan tidak nyaman yang sering diajukan.

Di "The Daily Show," Collins menambahkan bahwa Trump jelas terganggu dengan kemenangan penghargaannya dan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan, serta "jawaban non-jawaban yang kami dapatkan."

>>> Laga Pramusim Aston Villa vs Indonesia All Stars Tayang di ANTV

Collins menegaskan bahwa serangan Trump di WHCD bukanlah hal baru baginya. Ia sudah terbiasa dengan perilaku presiden yang kerap menghina wartawan yang kritis.