Pemerintah Siapkan APBN untuk Bayar Angsuran Kopdes Merah Putih ke Himbara Mulai September
Pemerintah mulai menyiapkan pembayaran cicilan pinjaman Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih kepada bank-bank Himbara. Angsuran pertama akan jatuh tempo pada September 2026.
Pembayaran angsuran tersebut akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang bersumber dari alokasi Dana Desa.
>>> Febrie Adriansyah Tersangka TPPU, Pakar Ingatkan Soal Hubungan Aset dan Kejahatan Asal
Sebelum dicairkan, penggunaan dana akan diverifikasi oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, pinjaman untuk membiayai pembangunan dan operasional Kopdes Merah Putih selama ini disalurkan melalui Agrinas Pangan.
Pembiayaan berasal dari bank-bank Himbara.
"September akan jatuh tempo angsuran pertama dari Agrinas Pangan kepada Himbara karena selama ini menggunakan pinjaman," kata Zulkifli usai rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Sabtu (25/7/2026).
Ia menjelaskan, BPKP akan melakukan verifikasi dan validasi atas penggunaan dana pinjaman di setiap koperasi sebelum pembayaran dilakukan.
Hasil pemeriksaan menjadi dasar bagi Kementerian Keuangan untuk mencairkan pembayaran angsuran kepada Himbara.
>>> Gaya Seksi KATSEYE di Video 'Animal' Tuai Kritik, Dinilai Terlalu Vulgar
"Setelah proses verifikasi dan validasi dari BPKP selesai, baru Menteri Keuangan bisa membayar ke Himbara. Jatuh temponya September," ujarnya.
Program Kopdes Merah Putih memberikan fasilitas pembiayaan hingga Rp3 miliar kepada setiap koperasi. Dana tersebut untuk pembangunan sarana koperasi dan mendukung kegiatan operasional sejak awal.
Skema ini membuat pemerintah menanggung kewajiban pembayaran cicilan kepada perbankan melalui APBN. Proses verifikasi menjadi tahapan penting untuk memastikan penggunaan dana sesuai ketentuan.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan agar dana pinjaman Kopdes tidak habis untuk pembangunan fisik semata.
Sebagian dana perlu disisihkan sebagai modal kerja agar koperasi bisa langsung menjalankan bisnis dan menghasilkan pendapatan.
>>> 5 Pola Komunikasi Unik Paus Sperma di Laut China Selatan 2026
"Modalnya cukup besar karena berasal dari pinjaman bank. Seharusnya tidak habis untuk pembangunan, tetapi juga bisa digunakan untuk operasional jika diperlukan," kata Purbaya.
Update Terbaru
Moto Pad 70 Muncul di Flipkart: Layar 12,1 Inci 2.5K, Sertakan Moto Pen
Sabtu / 25-07-2026, 23:22 WIB
40 Domba di Ladang Surya: Cara Baru Hasilkan Energi Bersih
Sabtu / 25-07-2026, 23:14 WIB
Yang Terbaik! Pembahasan Killer Peter Chapter 144 Bahasa Indonesia, Cek Jadwalnya!
Sabtu / 25-07-2026, 23:05 WIB
Penari Balet Korea Park Sun-mi Dipromosikan Jadi Principal Dancer ABT
Sabtu / 25-07-2026, 22:50 WIB
Dari 'The East Palace' hingga 'Hope': Keunikan K-Creatures yang Mendunia
Sabtu / 25-07-2026, 22:49 WIB
Resident Evil 4 Remake Tembus 16,8 Juta Kopi, Jadi Remake Terlaris Generasi Ini
Sabtu / 25-07-2026, 22:49 WIB
Netflix Nyaris Batalkan Dokumenter Michael Jackson Sepekan Sebelum Rilis
Sabtu / 25-07-2026, 22:49 WIB
Yeonjun TXT Gelar Penampilan Solo Perdana di AS Kolaborasi dengan Billboard
Sabtu / 25-07-2026, 22:49 WIB
Hasil Piala Presiden: Persib Kalahkan Arema 1-0, Uilliam Barros Cetak Gol
Sabtu / 25-07-2026, 22:46 WIB
FNC Entertainment Gelar Konser Keluarga 2026 FNC KINGDOM di Jepang
Sabtu / 25-07-2026, 22:46 WIB
Xenoblade Chronicles Definitive Edition di Nintendo Switch 2 Dapat Dukungan 4K 60 FPS dari Studio Baten Kaitos
Sabtu / 25-07-2026, 22:46 WIB
Kuota 8 Persen Haji Khusus Digugat ke MK, Asosiasi Respons
Sabtu / 25-07-2026, 22:43 WIB
Proyek Kloning Yak Tibet China Mulai Hasilkan Keturunan
Sabtu / 25-07-2026, 22:43 WIB
Thailand Hajar Laos 5-0, Geser Malaysia dari Puncak Klasemen Grup B
Sabtu / 25-07-2026, 22:42 WIB







