Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah masih membahas skema pendanaan untuk Universitas Republik Indonesia (URI).

Hingga kini, belum diputuskan apakah anggaran perguruan tinggi tersebut akan sepenuhnya dibiayai melalui APBN.

>>> Qualcomm Dikabarkan Siapkan Snapdragon 8 Elite Gen 5 Versi Lebih Terjangkau

Pembahasan mencakup mekanisme pembiayaan serta kemungkinan keterlibatan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).

"URI nanti sebagian dari dana itu.. saya gatau akan cek lagi.

Kalau enggak salah ada hubungan dengan Kementerian Dikti Saintek," kata Purbaya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Saat ditanya apakah seluruh kebutuhan dana URI akan bersumber dari APBN, Purbaya belum dapat memastikan. Ia menegaskan pemerintah masih akan mengkaji sumber pendapatan dan pola pembiayaan universitas tersebut.

"Nanti kita lihat (pendapatan URI)," tuturnya.

>>> Mia Khalifa Pasang Taruhan Rp 18 M di Piala Dunia 2026, Raup Untung Rp 10,5 M

Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur URI

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur URI.

Profesor Yos Sunitiyoso dilantik sebagai Wakil Gubernur URI dalam upacara di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu.

Donny sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan. Sementara Yos merupakan Direktur Hilirisasi dan Kemitraan pada Ditjen Riset dan Pengembangan Kemendiktisaintek.

Prosesi pelantikan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan pembacaan Keppres Nomor 80/P Tahun 2026. Acara ditutup dengan pengambilan sumpah jabatan yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo.

>>> Hands-on Huawei MatePad Pro Max: Harga Rp26 Juta, AI-nya Bikin Heran

"Bahwa saya akan setia dan memegang teguh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan Negara," ujar Prabowo.