Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto menyambut positif sayembara bagi warga yang berhasil menangkap begal yang digagas Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (KDM).

Pipit menilai sayembara itu menjadi motivasi bagi masyarakat untuk turut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

>>> Media AS: 12 Tentara Amerika Luka Parah Akibat Gempuran Iran

"Ya kita menyambut baik.

Ini untuk bahwa Bapak Gubernur juga memiliki keinginan memberikan motivasi kepada semua warga untuk berpartisipasi dalam menjaga Kamtibmas," kata Pipit di Arcamanik, Kota Bandung, Jumat (24/7).

Namun, ia menegaskan sayembara itu tidak berlaku bagi kepolisian. Sebab, polisi sudah memiliki tugas dan tanggung jawab berdasarkan undang-undang untuk menegakkan hukum.

Pipit mengimbau masyarakat yang menjadi korban, mengetahui, atau menangkap begal untuk segera melapor ke polisi. Pihaknya akan merespons cepat.

"Risiko tentu saja kami menghimbau kepada masyarakat untuk tidak main hakim sendiri. Namun, pembelaan diri juga penting," ujarnya.

Ia juga mempersilakan warga yang merasa takut pulang malam untuk meminta pengawalan polisi. "Saya umumkan nanti akan saya perintahkan jajaran di mana pun berada agar merespons," kata Pipit.

Penjelasan Gubernur soal Sayembara

Dedi Mulyadi menjelaskan sayembara bagi warga yang menangkap begal, copet, jambret, dan pelaku kejahatan jalanan bertujuan memicu partisipasi aktif masyarakat, bukan mendorong main hakim sendiri.

>>> Benarkah Pakai Nitrogen Membuat Tekanan Udara Ban Lebih Awet?

Hadiah Rp5 juta hingga Rp50 juta hanya diberikan jika pelaku diserahkan hidup ke polisi dan ditetapkan sebagai tersangka.

Untuk tahap awal, dana hadiah berasal dari uang pribadi Dedi, bukan APBD.

"Udah dari saya dulu cukup. Nanti kalau kewalahan baru," ucapnya.