Menurut Dedi, sayembara dipilih karena sesuai tradisi masyarakat Indonesia yang termotivasi dengan penghargaan. Ia menepis anggapan sayembara membuat masyarakat pragmatis mengejar hadiah.

Kritik dari Amnesty International

Amnesty International Indonesia meminta gubernur dan kapolda tidak melempar tanggung jawab keamanan ke warga. Direktur Eksekutif Usman Hamid menilai arahan itu berisiko melegitimasi main hakim sendiri.

Alih-alih sayembara, ia meminta fokus pada peningkatan patroli, CCTV, penerangan jalan, dan penegakan hukum.

"Imbauan 'boleh bertindak tegas asal jangan sampai mati' dari Polda adalah pesan ngawur secara hukum," kata Usman.

>>> Messi Tunda Pensiun dari Argentina, Bakal Ada Laga Perpisahan

Ia menambahkan, logika keamanan lewat sayembara sudah diuji di banyak negara dan hasilnya selalu meningkatnya kekerasan serta turunnya kepercayaan publik.