Penggunaan nitrogen sebagai pengisi ban kerap diklaim lebih baik dibandingkan udara biasa. Klaim tersebut bukan sekadar strategi pemasaran, melainkan memiliki dasar ilmiah terkait ukuran molekul gas.

Widi Yansen, Department Head RnD Research & Simulation GT Radial, menjelaskan bahwa molekul nitrogen memiliki ukuran lebih besar dibandingkan molekul oksigen yang menjadi komponen utama udara.

>>> Messi Tunda Pensiun dari Argentina, Bakal Ada Laga Perpisahan

"Struktur molekul nitrogen itu lebih besar dibandingkan oksigen," ujarnya di Proving Ground GT Radial, Karawang, Jawa Barat, Kamis (23/7).

Menurutnya, permukaan ban berbahan karet secara mikroskopis memiliki pori-pori atau rongga kecil. Ukuran molekul nitrogen yang lebih besar membuat gas tersebut lebih sulit menembus rongga-rongga tersebut dibandingkan oksigen.

"Sehingga ketika mencoba menembus karet itu lebih sulit dibandingkan oksigen? Jawabannya iya," katanya.

Kondisi itu membuat tekanan udara pada ban yang diisi nitrogen cenderung stabil dalam jangka waktu lebih lama.

>>> PAS Sky Shop, Pertamina Bawa Produk UMKM Terbang Bersama Pelita Air

Dengan kata lain, isi udara ban tidak mudah berkurang dibandingkan ban dengan angin biasa.

Nitrogen Bantu Kurangi Panas Ban

Widi melanjutkan, nitrogen juga diklaim membantu mengurangi kenaikan suhu panas ban saat kendaraan digunakan.

Ia menjelaskan ketika ban berputar, suhu di dalam ban akan meningkat. Pada kondisi tersebut, molekul gas di dalam ban akan terus bergerak.

>>> Bank Mandiri Raup Laba Rp30,4 Triliun per Juni 2026, Naik 24,4 Persen

Karakteristik molekul nitrogen yang lebih besar membuat pergerakan partikel lebih stabil dibandingkan oksigen. "Ban yang diisi oksigen cenderung lebih panas dibandingkan ban yang diisi nitrogen," ujarnya.