Dunia seni internasional berduka.

Pelukis kenamaan asal Inggris, David Hockney, meninggal dunia di kediaman pribadinya di London pada Kamis malam (11/6) waktu setempat.

>>> Nintendo Batasi Pembelian Switch 2 Multi-Bahasa di Jepang untuk Cegah Scalper

Kepergian salah satu tokoh paling berpengaruh dalam seni kontemporer abad ke-20 dan 21 ini memicu kejutan global. Penyebab pasti kematiannya belum diumumkan.

Kematian Hockney dinilai sebagai kabar duka paling berdampak di dunia seni sejak meninggalnya Andy Warhol pada 1987. Pihak perwakilan sang seniman mengonfirmasi kabar tersebut.

"Ia meninggal dunia dengan tenang di rumahnya di London, sebulan sebelum ulang tahun yang ke-89," ucap Erica Bolton, humas David Hockney.

Sebelum wafat, Hockney tetap teguh berkarya meskipun sempat menderita stroke sejak 2012. Rekam jejak kepopulerannya dimulai sejak 1960-an melalui gerakan pop art.

Perjalanan Hidup dan Karya

Lahir di Bradford pada 1937 sebagai anak keempat dari lima bersaudara, Hockney kecil gemar mengamati lanskap kota dari lantai atas bus tingkat.

>>> UGM Terapkan PLTS Hybrid Agrovoltaic di Sleman untuk Dorong Smart Farming

Ia memiliki kebiasaan memotret lingkungan sekitar, membuat sketsa kehidupan sehari-hari, serta menggambar teman-temannya.

Selain metode konvensional, Hockney juga mengeksplorasi alat digital seperti mesin faks, iPhone, hingga melukis langsung di iPad.

Dengan perangkat digital tersebut, ia mendesain jendela kaca patri untuk Westminster Abbey pada 2018 dan membuat potret penyanyi Harry Styles pada 2022.

Sepanjang kariernya, Hockney menghasilkan sekitar 2.000 lukisan serta ribuan foto dan sketsa.

>>> Amerika Serikat Hajar Paraguay 4-1 di Laga Pembuka Piala Dunia 2026

Pelukis yang sempat menetap di Amerika Serikat sejak 1960-an ini kembali ke dekat kota kelahirannya di Inggris pada 2000.