Nintendo Batasi Pembelian Switch 2 Multi-Bahasa di Jepang untuk Cegah Scalper
Nintendo resmi memberlakukan pembatasan ketat terhadap pembelian konsol Switch 2 edisi multi-bahasa di pasar Jepang. Kebijakan ini diambil sebagai respons atas maraknya praktik scalping yang merugikan konsumen.
Perusahaan mengumumkan aturan baru tersebut melalui akun resmi X mereka. Konsol Switch 2 versi Jepang sendiri memiliki dua varian yang dibedakan berdasarkan dukungan bahasa dan harga jual.
>>> UGM Terapkan PLTS Hybrid Agrovoltaic di Sleman untuk Dorong Smart Farming
Syarat Pembelian Diperketat
Calon pembeli varian multi-bahasa diwajibkan memiliki catatan durasi bermain minimal 50 jam pada konsol Switch generasi pertama sebelum 31 Mei 2026.
Durasi bermain tersebut harus berasal dari game berbayar, bukan dari judul gratis.
Kebijakan serupa sebenarnya pernah diterapkan Nintendo saat masa prapemesanan konsol tahun lalu. Langkah ini disinyalir terkait dengan rencana penyesuaian tarif produk yang akan berlaku pada September mendatang.
>>> Amerika Serikat Hajar Paraguay 4-1 di Laga Pembuka Piala Dunia 2026
Dengan adanya pembatasan ini, Nintendo berharap dapat memotong jalur distribusi tidak resmi yang kerap dimanfaatkan oknum nakal.
Pelaku scalping biasanya memborong stok dalam jumlah besar untuk dijual kembali dengan harga lebih tinggi.
Satu Akun Satu Konsol
Sistem penjualan kini juga membatasi kuantitas produk yang dapat dibeli. Setiap akun yang terverifikasi dan memenuhi syarat hanya diperbolehkan membeli maksimal satu unit konsol.
>>> Hasil Piala Dunia 13 Juni 2026: Amerika Serikat Hajar Paraguay 4-1
Melalui metode penyaringan ketat ini, Nintendo berupaya menghalau pergerakan para scalper. Distribusi perangkat keras game diharapkan tepat sasaran dan langsung dinikmati oleh para penggemar setia.
Update Terbaru
Nam Goong Min dan Jin Ah Reum Dikaruniai Anak Pertama, Bayi Laki-Laki
Selasa / 28-07-2026, 21:14 WIB
Park Jung-min Bintangi Serial Disney+ 'A Man's Man', Kisah Eksekutif yang Kembali ke Masa Lalu
Selasa / 28-07-2026, 21:14 WIB
Jihyo TWICE Ungkap Beban Berat di Tengah Negosiasi Kontrak dengan JYP
Selasa / 28-07-2026, 21:14 WIB
Sekuel 'Okay! Madam' Hadir dengan Aksi Lebih Besar di Kapal Pesiar Mewah
Selasa / 28-07-2026, 21:14 WIB
JIMFF 2025 Siap Digelar, Jang Do-yeon dan Moon Sang-min Jadi Pembawa Acara
Selasa / 28-07-2026, 21:07 WIB
Silvestri MN40 Tributo: Supercar V12 888 HP dengan Kopling dan 3 Pedal
Selasa / 28-07-2026, 21:07 WIB
Masa Transisi Aceh Berakhir, Tito Minta Daerah Tak Dipaksakan Masuk Rehab-Rekon
Selasa / 28-07-2026, 21:07 WIB
Gempa M 7,1 di Kyushu Jepang, Shinkansen dan Kereta Lokal Berhenti
Selasa / 28-07-2026, 21:07 WIB
PDIP Soroti Potensi Tumpang Tindih Fungsi URI dan Lemhannas
Selasa / 28-07-2026, 21:00 WIB
Bansos Lewat Kopdes Merah Putih Diuji Coba Akhir Agustus, Ini Skemanya
Selasa / 28-07-2026, 21:00 WIB
7 Saksi Diperiksa Tim 9 Kejagung di Kasus TPPU Eks Jampidsus Febrie
Selasa / 28-07-2026, 21:00 WIB
Brace Gustavo Henrique Bawa Arema FC Kalahkan Tampines Rovers 2-1
Selasa / 28-07-2026, 21:00 WIB
Israel Setujui Pasukan Internasional di Gaza, Ben Gvir Protes
Selasa / 28-07-2026, 20:56 WIB
Promo BRODER50 bank bjb: Menabung Sambil Raih Tiket Trail Running Bromo
Selasa / 28-07-2026, 20:56 WIB







