Musisi Amerika Serikat John Mayer telah menyumbangkan dana pribadi sebesar US$5 juta atau sekitar Rp90,4 miliar untuk mendukung penelitian gangguan stres pascatrauma (PTSD) dan kesehatan veteran perang.

Donasi tersebut disalurkan melalui organisasi nirlaba Heart and Armor yang resmi didirikan pada 2019. Selama 15 tahun terakhir, Mayer secara diam-diam mendanai berbagai studi ilmiah terkait PTSD.

>>> X Money Resmi Hadir di AS: Bunga 6% APY, Kartu Debit Visa, dan Asuransi FDIC

Kepeduliannya bermula setelah mengunjungi Camp Lejeune, pangkalan militer di North Carolina, pada akhir 2000-an. Di sana ia bertemu langsung dengan prajurit yang mengalami cedera otak traumatis dan PTSD.

"Saya sangat tersentuh ketika berbicara dengan seseorang yang mengalami cedera otak traumatis.

Saat itu saya benar-benar melihat seperti apa PTSD secara nyata," ujar Mayer dikutip dari The Hollywood Reporter.

Sejak 2012, Mayer mulai mendanai penelitian PTSD. Bersama direktur eksekutif Heart and Armor, Gerard Choucroun, organisasinya telah menghasilkan hampir selusin studi.

Penelitian tersebut mencakup hubungan olahraga dengan gejala PTSD, dampak trauma seksual di lingkungan militer, hingga kesehatan perempuan veteran.

>>> Zebronics Luncurkan Proyektor Pintar Zeb-PixaPlay 72 Plus dengan Layar hingga 120 Inci

Fokus Riset: Kualitas Tidur

Salah satu penelitian yang dinilai paling menjanjikan berfokus pada kualitas tidur. Para peneliti ingin mengetahui apakah mengatasi insomnia segera setelah trauma dapat mencegah berkembangnya PTSD.

Riset tersebut dilakukan bersama University of California San Francisco (UCSF) dan University of North Carolina terhadap korban kecelakaan lalu lintas.

Penelitian lain juga mengkaji hubungan PTSD dengan sistem glymphatic, mekanisme alami otak untuk membuang limbah yang bekerja paling aktif saat tidur.