Menurut Mayer, PTSD sebaiknya tidak hanya dipandang sebagai persoalan kesehatan mental, tetapi juga sebagai cedera fisik yang dapat dipelajari secara ilmiah.

"Jika kita bisa mengeluarkannya dari misteri pikiran dan melihatnya sebagai tantangan ilmiah yang objektif, orang akan lebih bersemangat mencari solusinya," kata Mayer.

>>> KRAFTON India Luncurkan BGMI Campus MVP, Program Kepemimpinan Mahasiswa 90 Hari

Ia berharap penelitian tersebut dapat mengurangi stigma terhadap PTSD, khususnya di kalangan veteran perang. Banyak penderita yang akhirnya melakukan pengobatan sendiri, misalnya dengan alkohol, karena kesulitan tidur.

Meski penelitian difokuskan pada veteran militer, hasilnya kelak berpotensi membantu korban kekerasan, kecelakaan, bencana alam, maupun bentuk trauma lainnya.

Mayer menegaskan bahwa riset ilmiah bukanlah proses instan. "Penelitian bukan soal berhasil atau gagal.

Ini adalah proses panjang yang membawa kita menuju secercah harapan berikutnya," ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa kredibilitas Heart and Armor tidak boleh bergantung pada status selebritasnya.

>>> Portronics Tornado Plus 160W: Pembersih Nirkabel Bertenaga Tinggi Diluncurkan

"Saya ingin semua yang saya kerjakan bisa berdiri sendiri, baik ada nama John Mayer maupun tidak," kata Mayer.