Gangguan listrik di instalasi pengolahan air wilayah tenggara Inggris membuat fasilitas toilet tidak berfungsi di Bandara Gatwick, London.

Sejumlah restoran dan bar di terminal utara dan selatan terpaksa tutup karena krisis air bersih.

>>> Zulhas Yakin Perpres Kopdes Merah Putih Terbit Pekan Depan

Pihak pengelola bandara menyampaikan permohonan maaf melalui media sosial atas ketidaknyamanan yang dialami penumpang.

Penyedia air bersih SES Water menyatakan tengah berupaya memulihkan layanan setelah pemadaman listrik di Instalasi Pengolahan Air Bough Beech.

Insiden ini menyebabkan penurunan tekanan air hingga penghentian pasokan sementara bagi sebagian pelanggan di Kent dan Sussex.

>>> KPK Tahan Moch Mahrus, Anggota DPRD Jatim 2024-2029 dalam Kasus Suap Dana Hibah

Bandara Gatwick mengklaim telah membagikan air minum kemasan kepada penumpang yang membutuhkan.

Namun, klaim itu dibantah sejumlah calon penumpang di lokasi.

Salah satu penumpang, Paul Lee, mengaku tidak mendapat informasi maupun melihat pembagian air minum.

"Bagi yang perlu ke toilet, situasi ini sangat menyusahkan. Saya akan segera terbang, jadi tidak begitu bermasalah.

>>> PSSI Bantah Timnas Indonesia Sewa Pesawat ke Thailand untuk Lawan Timor Leste

Namun bagi penumpang yang masih menunggu berjam-jam, ini akan sangat buruk," ujar Paul.

Mantan anggota Parlemen Inggris Michael Dugher mengkritik situasi ini melalui media sosial.

Ia menyebut tutupnya bar dan restoran membuat penumpang terpaksa duduk di lantai akibat kekurangan tempat duduk.

>>> Gaji Peserta Magang Nasional 2027 Diproyeksi Naik, Ikuti UMP Daerah

Dugher mendesak bandara tetap membuka area restoran dan bar agar bisa dimanfaatkan sebagai tempat istirahat.