Durasi tidur mamalia ternyata tidak semata-mata ditentukan oleh ukuran tubuh. Kombinasi metabolisme, pola makan, dan tingkat keamanan habitat menjadi faktor penentu.

Penelitian Savage & West yang dipublikasikan di Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) mengungkap variasi waktu tidur antarspesies mencerminkan strategi bertahan hidup yang unik.

>>> Menkes: Kunci RI Jadi Negara Maju Bukan Rumah Sakit, Tapi Jaga Kesehatan

Kelelawar cokelat kecil menjadi juara tidur dengan total 19,9 jam per hari.

Posisi berikutnya ditempati kelelawar cokelat besar (19,7 jam) dan opossum berekor tebal (19,4 jam).

Mamalia kecil seperti armadillo, tupai, dan monyet burung hantu juga termasuk dalam kelompok yang paling lama tidur. Metabolisme cepat membuat tekanan tidur mereka menumpuk lebih cepat.

>>> John Mayer Sumbang Rp90 Miliar untuk Riset PTSD, Fokus pada Kualitas Tidur

Faktor Keamanan Tempat Tidur

Hewan yang tidur di lokasi terlindungi seperti gua, liang bawah tanah, atau lubang pohon memiliki risiko predasi rendah.

Keamanan ini memungkinkan mereka tidur nyenyak dalam waktu lama.

Sebaliknya, herbivora besar yang hidup di lingkungan terbuka memiliki waktu tidur paling singkat.

>>> X Money Resmi Hadir di AS: Bunga 6% APY, Kartu Debit Visa, dan Asuransi FDIC

Jerapah hanya tidur rata-rata 1,9 jam per hari, diikuti kuda (2,9 jam) dan rusa roe (3,0 jam).

Rumput dan dedaunan sebagai sumber makanan rendah energi membuat herbivora harus menghabiskan sebagian besar waktu untuk mengunyah. Kebutuhan kalori yang besar menjadi batasan alami.

Posisi di rantai makanan juga berperan.

>>> Zebronics Luncurkan Proyektor Pintar Zeb-PixaPlay 72 Plus dengan Layar hingga 120 Inci

Harimau yang berada di puncak rantai makanan dapat tidur 15,8 jam dengan aman, sementara gajah Afrika harus tetap aktif hampir sepanjang hari.